Suara.com - Perilisan dokumen Epstein Files terbaru oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) memicu perhatian global. Publikasi itu dilakukan pada Jumat (30/1/2026), dengan total arsip yang di perlihatkan ke publik mencapai sekitar tiga juta halaman, dengan lebih dari 180.000 gambar dan sekitar 2.000 video.
Sorotan pun makin menguat usai kata kunci Indonesia ditemukan sebanyak 902 kali. Meski angka tersebut tampak sensasional, namun, tujuannya jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar tuduhan atau keterlibatan skandal yang telah dilakukan oleh Jeffrey Epstein.
Melalui fakta terkini, terungkap bahwa simulasi akan adanya pandemi Covid-19 muncul tiga tahun sebelum kejadian. Salah satu pulau di Indonesia yaitu Bali juga disebut-sebut, termasuk keluarga konglomerat Rothschild sampai Hitler.
Diketahui, Jeffrey Epstein sudah dihukum pada tahun 2008 setelah meminta berhubungan seks dengan seorang gadis berusia 14 tahun. Pada 2019, Epstein dinyatakan meninggal di dalam oenjara lantaran bunuh diri.
Miliader ini ditemukan tewas di dalam sel penjara Kota New York pada Agustus ketika menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks terhadap anak usia dini. Meski demikian, hingga kini kematiannya masih penuh kontroversi
Dilansir dari berbagai sumber, sejumlah berkas Epstein Files memuat nama tokoh masyarakat Indonesia, termasuk pejabat dan pengusaha. Meski begitu, kemunculan nama-nama Warga Negara Indonesia tersebut tidak memicu polemik seperti yang terjadi di AS, Inggris, dan sejumlah negara lainnya.
Konteks Penyebutan Indonesia dalam Epstein Files
Hingga kini, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan adanya hubungan secara langsung, figur-figur Indonesia dengan kejahatan seksual yang dilakukan oleh Epstein. Diketahui bahwa, isi pembahasan dalam berkas tentang Indonesia sangat beragam, mulai dari pengiriman barang, invoice, pekerjaan di bidang properti, pergerakan politik dan berbagai lampiran administratif lainnya yang berkaitan dengan aktivitas ke AS.
Penyebutan nama Indonesia pun terbagi di banyak jenis dokumen dan tidak terpusat pada satu isu kriminal atau skandal tertentu. Rata-rata rujukan bersifat administratif, analitis, serta kontekstual. Dengan begitu, penyebutan Indonesia sebanyak 902 lebih mencerminkan masifnya cakupan arsip Epstein Files.
Nama Indonesia Muncul dalam Laporan Perbankan Global
Di sektor ekonomi, Indonesia sering disinggung dalam laporan perbankan global. Seperti laporan Deutsche Bank tahun 2014, yang mencantumkan negara Indonesia dalam tabel perbandingan di sektor pasar negara berkembang bersama dengan negara lain yaitu Brasil, India, dan Turki.
Baca Juga: Kenapa Jeffrey Epstein Disebut Mata-Mata Israel? Diduga Punya Koneksi dengan Sosok Ini
Dokumen tersebut diciptakam digunakan sebagai bahan briefing internal lalu masuk ke arsip penyidikan. Pasalnya, berkas sudah menjadi bagian dari korespondensi keuangan sektor elite internasional.
Hal yang serupa juga tampak dalam laporan JP Morgan (2014) yang membahas mengenai alokasi aset global dan kondisi ekonomi Indonesia usai pelaksanaan pemilu kala itu. Salah satu kutipan dalam dokumen menyatakan, bahwa peristiwa politik sangat penting di pasar negara berkembang.
Jadi dapat disimpulkan bahwa, Indonesia dalam konteks ini, muncul hanya sebagai variabel analisis ekonomi globa dan bukan jadi objek penyelidikan kriminal.
Pantauan Situasi Terkini di Indonesia
Tak hanya ekonomi, Indonesia juga muncul dalam kliping media internasional yang memang dikumpulkan oleh penyidik sebagai bahan kontekstual. Kliping itu memuat laporan tentang pandemi Covid-19 dan dinamika politik Asia Tenggara. Tak sedikit juga kegiatan bersifat teknis, seperti catatan logistik, faktur pengiriman barang, surat-menyurat administratif lintas negara.
Bali Berulang Disebut dalam File Dokumentaai Perjalanan Asia Tenggara
Dalam berkas yang memiliki label EFTA00004477 beejudul Clinton Far East, ada puluhan foto dengan nama file “Bali09.JPG” sampai “Bali50.JPG”. Foto-foto yang dipublikasikan itu menampilkan pantai, pura, kolam renang resor, paviliun terbuka, hingga sejumlah interaksi dengan warga lokal pada awal tahun 2000-an.
Dalam berkas lain, berkode EFTA00129111, ditemukan foto seorang perempuan yang memuat keterangan “Sebelum latihan kelompok di Bali.” Lokasi hingga konteks aktivitas yang dilakukan disensor, sehingga sampai saat ini maknanya tidak bisa dipastikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
4 Rekomendasi Bedak Red-A Murah untuk Makeup Harian, Mulai Rp14 Ribuan
-
5 Pilihan Daily Foundation Viva Cosmetics untuk Makeup Natural Sehari-hari
-
4 Zodiak yang Diprediksi Dapat Energi Positif dan Keberuntungan pada 8 Mei 2026
-
Bahaya Sepatu Kekecilan bagi Kesehatan Kaki dan Tips Memilih Ukuran Tepat
-
4 Shio yang Diprediksi Penuh Keberuntungan dan Energi Positif pada 8 Mei 2026
-
Jerawat Punggung Muncul karena Apa? Ini 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Daftar Harga Facetology Sunscreen Terbaru 2026, Tawarkan Triple Care
-
Ubah Sampah Makanan Jadi Aksi Iklim: Jejak Food Cycle Indonesia Tekan Emisi dari Limbah Pangan
-
Jaga Alam, Jaga Kehidupan: Festival Raksha Loka Dorong Aksi Kolektif Untuk Masa Depan Hijau
-
6 Sunscreen dengan Kandungan Brightening yang Bantu Cerahkan Wajah Mulai Rp30 Ribuan