- Skin barrier rusak bikin kulit kering dan sensitif.
- Tak hanya Cerave, brand lokal juga punya solusi efektif.
- Ini 5 moisturizer lain yang bisa jadi alternatifnya.
Suara.com - Masalah skin barrier rusak kerap ditandai dengan kulit terasa kering, mudah iritasi, hingga muncul bruntusan.
Kondisi ini membuat kulit lebih sensitif terhadap faktor lingkungan, sehingga membutuhkan perawatan khusus, salah satunya bisa dengan moisturizer yang mampu mengunci kelembapan sekaligus memperkuat lapisan pelindung kulit.
Cerave dikenal sebagai salah satu pilihan populer untuk memperbaiki skin barrier, namun kini banyak brand lokal yang menghadirkan moisturizer dengan fungsi serupa.
Produk-produk ini mengandung ceramide, hyaluronic acid, hingga peptide yang bekerja efektif menjaga hidrasi dan membantu memulihkan kondisi kulit tanpa membuatnya terasa berat.
Berikut 5 moisturizer alternatif Cerave yang bisa membantu mengatasi skin barrier rusak, sekaligus menjaga kulit tetap lembap, sehat, dan nyaman digunakan sehari-hari.
1. Emina Water Barrier Balancing Gel
Harga: mulai Rp42.500
Pilihan pertama ada moisturizer dari Emina yang diformulasikan dengan kandungan ceramide dan 2,5% Hydrasensyl Gluca Green.
Formulanya membantu melembapkan kulit secara optimal, meningkatkan kadar hidrasi, serta membuat kulit terasa lebih kenyal dan halus.
Baca Juga: 5 Merek Sepeda Lipat Lokal Sepremium Brompton, Harga Mulai Rp1 Jutaan
Moisturizer ini diklaim mampu menjaga kelembapan hingga 48 jam dan cocok untuk kulit kering, dehidrasi, skin barrier yang rusak, serta kulit yang sering terpapar polusi.
2. Dear Me Beauty Skin Barrier Water Cream
Harga: mulai Rp109.650
Dear Me Beauty menghadirkan moisturizer non-comedogenic yang telah diuji secara dermatologis serta aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.
Formulanya cocok untuk berbagai jenis kulit dengan manfaat membantu menghidrasi, mencerahkan, mengatasi jerawat, dan memperkuat skin barrier.
Produk ini diperkaya dengan 3% ceramide, 5% niacinamide, 2X peptide, hyaluronic acid, 10X madecassoside, serta perlindungan terhadap paparan blue light.
Berita Terkait
-
5 Merek Sepeda Lipat Lokal Sepremium Brompton, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
5 Rekomendasi Moisturizer Terbaik setelah Eksfoliasi agar Wajah Mulus
-
Moisturizer Niacinamide Jangan Dipakai dengan Serum Apa? Ini Contoh Produknya
-
5 Rekomendasi Sepeda Gravel Lokal, Modal 3 Jutaan Tembus Segala Medan
-
Serum Retinol Bagusnya Dipakai dengan Moisturizer Apa? Ini 3 Rekomendasinya
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?