Suara.com - Imlek menjadi sebuah momen penting yang menandai pergantian tahun dalam kalender lunar. Tahun Baru Imlek juga identik dengan musim hujan di Indonesia. Fenomena satu ini diyakini mempunyai arti dan mitos tersendiri dalam budaya Tionghoa. Lantas apa artinya jika hujan turun saat tahun baru?
Kepercayaan Tionghoa memaknai hujan di hari raya Imlek sebagai pertanda yang baik. Para ahli Feng Shui meyakini jika fenomena hujan deras ketika Imlek sebagai simbol rezeki melimpah khususnya bagi daerah yang diguyur hujan.
Tak sampai di situ, hujan juga dinilai sebagai simbol pembaruan, hingga membasuh hal-hal buruk di masa lalu untuk memulai tahun yang baru. Oleh karena itu, hujan ketika imlek sangat dinantikan dan disambut dengan suka cita.
Akan tetapi, makna itu dapat berubah bila hujan disertai dengan badai. Imlek yang diguyur cuaca ekstrem justru dinilai sebagai pertanda kurang baik, lantaran diasosiasikan dengan potensi bencana hingga kesulitan. Alih-alih keberuntungan, justru hari itu bisa burubah menjadi bahaya.
Sedangkan, hujan gerimis dipercaya dapat membawa keberuntungan dalam skala yang lebih kecil. Jika saat Imlek terjadi gerimis sepanjang hari, hal itu diyakini sebagai simbol keberuntungan yang akan mengalir secara konsisten dan pasti di sepanjang tahun.
Mitos Hujan Saat Tahun Baru Imlek
Tak sampai di situ, jika hujan turun saat tahun baru Imlek juga kerap dikaitkan dengan mitos turunnya Dewi Kwan Im yang telah menyiram bunga Mei Hwa. Menurut kepercayaan ini, hujan mencerminkan datangnya berkah langit yang membawa harapan, ketenteraman, dan awal tahun yang penuh dengan kebaikan.
Dalam mitologi China, naga dipercaya sebagai makhluk penjaga hujan serta pengendali cuaca. Oleh sebab itu, turunnya hujan ketika Tahun Baru Imlek kerap diartikan sebagai bentuk restu alam terhadap pergantian tahun yang penuh suka cita.
Keyakinan ini bersumber dari kehidupan masyarakat Tionghoa di masa lampau. Di mana sebagian besar pendudulnya bergantung pada sektor pertanian dan sangat membutuhkan hujan untuk kelangsungan hidup mereka setahun yang akan datang.
Baca Juga: 4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Imlek, Konon Bisa Datangkan Sial
Libur Tahun Baru Imlek
Setiap tahunnya, masyarakat Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek atau Chinese New Year. Perayaan tahunan ini biasanya jatuh pada bulan Februari dan diperingati sebagai hari libur nasional.
Melansir berbagai sumber, berdasarkan ketetapan dalam SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 beserta Kalender Hijriah 2026 Kemenag, Chinese New Year 2026 atau Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada hari Selasa, 17 Februari 2026.
Sejalan dengan keputusan itu, pemerintah pun menetapkan perayaan Imlek sebagai hari libur nasional. Tak sampai di situ, cuti bersama Imlek juga ditetapkan satu hari sebelumnya, tepatnya pada hari Senin, 16 Februari 2026, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri.
Makna Shio Imlek tahun 2026: Kuda Api
Mengacu pada perhitungan kalender lunar, Imlek 2026 ada di bawah naungan Shio Kuda dengan elemen Api atau yang lebih dikenal sebagai Kuda Api (). Shio Kuda Api diyakini dapat membawa energi besar, semangat tinggi, keberanian, hingga kreativitas yang tak terbatas.
Karakter tersebut kerap dikaitkan dengan sosok yang mandiri, aktif, dan berjiwa petualang. Akan tetapi, unsur Api juga dipercaya menjadikan pemilik shio ini perlu lebih berhati-hati, terutama dalam mengendalikan emosi serta mengambil keputusan besar agar tidak bertindak terlalu impulsif yang justru merugikan diri sendiri.
Demikian tadi ulasan terkait apa artinya jika hujan turun saat tahun baru Imlek. Semoga Imlek tahun ini mendatangkan keberuntungan yang besar!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
Merah Merona Kawasan Glodok Jelang Imlek
-
4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Imlek, Konon Bisa Datangkan Sial
-
Apakah Sepeda Listrik Boleh Kena Hujan? Ini 5 Rekomendasi Selis Anti Air Terbaik
-
Rekomendasi Liburan Imlek Sesuai Shio: Dari City Escape sampai Healing di Alam
-
Toko Payung untuk Hujan yang Berbeda
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap