- Studi Ipsos 2026 menunjukkan preferensi pengguna beralih pada keamanan sistem dan integrasi layanan ekosistem digital.
- Promosi seperti gratis admin, cashback, dan diskon masih menjadi daya tarik utama dalam menarik pengguna.
- Luasnya akseptasi merchant dan kemudahan penggunaan menjadi faktor penting bagi pengguna dompet digital.
Suara.com - Dompet digital kini bukan lagi sekadar alat pembayaran alternatif. Di 2026, e-wallet telah menjelma menjadi bagian dari gaya hidup finansial masyarakat—terintegrasi dalam belanja online, pesan-antar makanan, bayar tagihan, hingga top-up game. Studi Digital Wallet Research 2026 dari Ipsos Indonesia memotret bagaimana perilaku dan preferensi pengguna semakin matang dalam menentukan pilihan.
Andi Sukma, Executive Director Ipsos Indonesia mengatakan bahwa persaingan dompet digital di tahun 2025 telah berevolusi dari sekadar meningkatkan awareness menjadi perlombaan pengembangan ekosistem digital dalam satu aplikasi.
"Riset terbaru IPSOS menunjukkan bahwa preferensi pengguna kini berakar pada keamanan sistem dan kedalaman integrasi layanan. Bukan lagi soal siapa yang paling dikenal, melainkan siapa yang paling mampu hadir di setiap titik sentuh
kehidupan finansial masyarakat secara mulus yang terintegrasi,” katanya dalam acara daring.
Satu temuan menarik: promosi masih menjadi “pintu masuk” utama. Gratis biaya admin (79%), cashback (71%), dan diskon (66%) tercatat sebagai tiga promo paling diminati.
Di tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi, pengguna semakin rasional dan sensitif terhadap manfaat langsung. Promo bukan hanya soal menarik pengguna baru, tetapi juga menjaga loyalitas agar tetap bertransaksi secara rutin.
Namun, kompetisi tak berhenti di promo. Pengguna kini mempertimbangkan integrasi layanan dalam satu ekosistem. Dompet digital yang terhubung dengan e-commerce, transportasi online, hingga layanan hiburan memiliki peluang lebih besar untuk digunakan berulang. Kemudahan berpindah dari belanja online ke pembayaran tagihan tanpa keluar aplikasi menciptakan pengalaman yang mulus—dan itu menjadi nilai tambah signifikan.
Di ranah offline, penggunaan QRIS turut memperluas peran dompet digital. Faktor “banyak digunakan di merchant favorit” menjadi pertimbangan penting. Pengguna cenderung memilih platform dengan jaringan merchant luas, baik untuk belanja di minimarket, membeli makanan dan minuman, hingga pembayaran pulsa dan token listrik. Artinya, semakin luas akseptasi, semakin besar peluang dompet digital menjadi pilihan utama.
Meski promo dan integrasi ekosistem penting, dua faktor fundamental tetap tak tergantikan: kemudahan penggunaan dan keamanan. Antarmuka yang intuitif, proses top-up cepat, serta navigasi fitur yang sederhana menciptakan rasa nyaman. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran akan risiko kejahatan siber membuat pengguna semakin selektif terhadap sistem keamanan aplikasi. Persepsi bahwa akun aman dan data terlindungi menjadi fondasi kepercayaan jangka panjang.
Generasi Z menjadi motor utama perubahan ini. Sebagai digital natives, mereka menuntut transaksi serba cepat, praktis, dan relevan dengan gaya hidup always-on. Bagi Gen Z, dompet digital bukan sekadar alat bayar, melainkan enabler untuk belanja online, membeli makanan, hingga top-up game secara instan. Kepraktisan dan bebas biaya admin menjadi faktor dominan, disusul fleksibilitas penggunaan di berbagai merchant.
Baca Juga: 5 Promo Wardah Spesial Menjelang Ramadan untuk Skincare dan Makeup
Melihat peta persaingan 2026, pasar pembayaran digital Indonesia telah memasuki fase yang lebih matang. Awareness saja tidak cukup. Pengguna kini menilai dompet digital dari seberapa dalam ia terintegrasi dalam keseharian, seberapa mudah digunakan, serta seberapa aman menyimpan dana dan data pribadi.
Pada akhirnya, tren perilaku ini menunjukkan satu hal: pemenang pasar bukan hanya yang paling sering memberi promo, tetapi yang mampu menghadirkan pengalaman finansial digital yang relevan, aman, dan menyatu dengan ritme hidup penggunanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Ketiga, Kejagung Ingatkan Batasan KUHAP Baru
-
Mengenal Inovasi Sistem Hybrid Terbaru pada Mitsubishi New Xforce HEV
-
Bahaya Residu Benzena pada Sunscreen Spray, Bisa Picu Kanker Darah
-
Ulasan Buku Senjata Kaum Lemah: Ketika Melawan Tak Harus Berteriak
-
Terjawab! Alasan Teknis Mengapa Vario Evo 160 Tipe Tertinggi Belum Pakai Suspensi Ganda
-
Buruh Pantau 10 Pasal Krusial RUU Ketenagakerjaan, Siap Demo Jika Isinya Merugikan!
-
Lenovo Idea Tab Plus Resmi Dijual di Indonesia, Tablet 12,1 Inci, Harga Mulai Rp6,1 Juta
-
Bye Iritasi! 4 Physical Sunscreen Probiotic Jaga Microbiome Kulit Sensitif
-
Demo 27 Agustus Bikin Transportasi Terganggu, Menhub Pastikan Tak Ada Fasilitas Umum Rusak
-
Boaz Solossa dan Bambang Pamungkas Lewat, Legenda Timnas Indonesia Lebih Akui Kehebatan Ole Romeny