Lifestyle / Female
Rabu, 25 Februari 2026 | 12:35 WIB
Permintaan Maaf Cut Rizki yang Sebut Sahur Ganggu Jam Tidur (Instagram/@crvhons)
Baca 10 detik
  • Cut Rizki pilih makan malam porsi banyak daripada bangun waktu sahur.
  • Makan kenyang sebelum tidur berisiko tinggi memicu asam lambung atau GERD.
  • Secara syariat, makan sebelum tengah malam tidak terhitung sebagai ibadah sahur.

Suara.com - Pernyataan beauty influencer Cut Rizki soal sahur mengganggu pola tidurnya tengah menimbulkan kontroversi di media sosial.

Menurutnya, sahur untuk mempersiapkan diri sebelum puasa tidak cocok untuk semua orang.

Karena itu, Cut Rizki juga mengaku lebih memilih makan dalam porsi banyak pada malam hari sebelum tidur dibandingkan harus bangun di waktu subuh untuk sahur.

"Sahur itu gak buat semua orang, ya gak sih? Aku lebih milih makan agak sedikit banyak pas malam terus aku tidur," ujarnya dalam potongan video yang viral di akun Instagram @exclusivetimnasartis.

Lantas, mana yang lebih baik secara medis dan syariat?

Ilustrasi Sahur. (Freepik)

Makan Malam Kenyang vs Sahur

Meski terlihat praktis bagi mereka yang hobi tidur lama, kebiasaan makan kenyang di tengah malam lalu melewatkan sahur ternyata punya sederet risiko kesehatan.

Melansir informasi dari BAZNAS, makan sahur tetap jauh lebih unggul dibandingkan makan kenyang di malam hari karena alasan berikut ini.

1. Stamina dan Energi

Baca Juga: 5 Rekomendasi Brand Baju Koko Terbaik untuk Lebaran 2026, Produk Lokal Harga Terjangkau

Sahur dilakukan mendekati waktu mulai berpuasa atau imssak.

Jarak yang dekat ini memastikan cadangan energi Anda cukup untuk bertahan hingga berbuka.

Sebaliknya, jika kamu makan besar pada pukul 10 atau 11 malam, energi tersebut sudah habis diproses saat kamu baru memulai aktivitas di pagi hari.

Hasilnya, Anda akan lebih cepat merasa lemas dan lapar.

2. Risiko Asam Lambung (GERD)

Pilihan Cut Rizki untuk makan malam banyak lalu tidur adalah ancaman nyata bagi lambung.

Load More