Lifestyle / Male
Rabu, 25 Februari 2026 | 17:21 WIB
Ilustrasi parfum untuk siang dan malam. (Dok. Alchemist)
Baca 10 detik
  • Parfum siang hari cenderung dipilih yang ringan, segar, dan jernih untuk mendukung aktivitas padat dan fokus.
  • Parfum malam hari idealnya memiliki karakter lebih hangat, dalam, dan berkesan untuk suasana intim atau santai.
  • Tren memiliki aroma berbeda untuk pagi (A.M) dan malam (P.M) mencerminkan personal branding sesuai aktivitas harian.

Suara.com - Memilih parfum itu kadang mirip memilih outfit: beda waktu, beda vibe. Aroma yang cocok dipakai saat pagi dan siang hari belum tentu terasa pas saat malam, ketika suasana jadi lebih tenang, hangat, dan personal. Nggak heran kalau sekarang makin banyak orang mulai punya “signature scent” yang berbeda untuk A.M dan P.M.

Tren ini bukan sekadar soal gaya, tapi juga soal mood dan aktivitas harian.

Parfum Siang: Ringan, Jernih, dan Nggak Mengganggu

Untuk pagi hingga siang hari, kebanyakan orang cenderung memilih aroma yang lebih fresh, clean, dan uplifting. Wewangian dengan karakter ringan biasanya terasa lebih nyaman dipakai saat beraktivitas, mulai dari kerja, meeting, hingga hangout santai.

Aroma di waktu siang idealnya memberi kesan rapi, fokus, dan tenang tanpa terasa terlalu “berat” di sekitar orang lain. Parfum dengan karakter yang jernih juga membantu menjaga mood tetap stabil di tengah rutinitas yang padat.

Nggak harus selalu citrus atau floral, sekarang banyak juga parfum dengan sentuhan maskulin yang soft dan terkendali, cocok untuk dipakai siapa saja yang suka aroma berkarakter tapi tetap wearable di siang hari.

Menjawab kebutuhan ini, koleksi terbaru Alchemist The New Out West A.M bisa jadi pilihan. Hasil kolaborasi eksklusif bersama DPR IAN ini dikembangkan dari DNA varian Out West dengan karakter aroma yang lebih maskulin, tegas, namun tetap tenang dan terkendali. Menariknya, meski berkarakter maskulin, aroma ini dirancang tetap fleksibel dan bisa dinikmati siapa pun sesuai preferensi aroma masing-masing.

Cocok untuk digunakan dari pagi hingga siang hari, aromanya menghadirkan nuansa yang mendukung kejernihan pikiran, ketenangan, dan kontrol diri saat menjalani aktivitas.

Parfum Malam: Lebih Dalam, Hangat, dan Berkesan

Baca Juga: 3 Parfum Scarlett Spesial Ramadan 2026, Cocok Dipakai Tarawih atau Bukber

Berbeda dengan siang hari, malam identik dengan suasana yang lebih intim dan reflektif. Inilah momen di mana aroma yang lebih bold, hangat, dan sedikit misterius justru terasa lebih “hidup”.

Parfum malam biasanya punya karakter yang lebih dalam dan lingering, sehingga meninggalkan kesan kuat tanpa harus terlalu mencolok. Cocok untuk dinner, acara spesial, atau sekadar menikmati waktu santai setelah hari yang panjang.

Aroma dengan karakter matang dan berani sering jadi pilihan karena mampu menciptakan aura yang lebih confident dan elegan.

Varian Alchemist Out West P.M yang memberi kesan intim, reflektif, dan berkarakter tanpa terasa berlebihan, punya daya tahan hingga sekitar 8 jam (tergantung jenis kulit dan aktivitas), membuat transisi dari siang ke malam terasa lebih effortless tanpa perlu ganti aroma secara drastis.

Parfum sebagai Ekspresi Diri, Bukan Sekadar Wangi

Di tengah gaya hidup urban yang serba dinamis, parfum bukan lagi sekadar pelengkap, tapi bagian dari personal branding. Aroma yang dipakai di pagi hari bisa mencerminkan sisi profesional dan fokus, sementara aroma malam bisa menunjukkan sisi yang lebih hangat dan emosional.

Kehadiran koleksi seperti Alchemist The New Out West A.M dan P.M yang tersedia eksklusif di C&F juga memperlihatkan bagaimana industri wewangian kini semakin memahami ritme kehidupan sehari-hari penggunanya.

Pada akhirnya, memilih parfum siang dan malam bukan soal aturan kaku, melainkan tentang bagaimana aroma bisa mengikuti mood, aktivitas, dan versi diri kita di waktu yang berbeda. Karena kadang, satu hari yang panjang memang pantas ditutup dengan aroma yang terasa lebih dalam dan bermakna.

Load More