- Tradisi bacaan bilal Tarawih di Indonesia merupakan seruan dan jawaban jamaah setiap dua rakaat; bukan rukun salat.
- Bacaan bilal berisi penanda perpindahan rakaat, shalawat, doa, dan pujian kepada Allah SWT serta para sahabat.
- Setelah Tarawih, jamaah dianjurkan membaca Doa Kamilin untuk memohon kesempurnaan iman dan pengampunan dosa.
Suara.com - Shalat Tarawih menjadi salah satu ibadah sunnah yang paling dinantikan saat bulan Ramadan. Selain dikerjakan secara berjamaah di masjid, Tarawih juga memiliki tradisi khas di Indonesia, yakni adanya bacaan bilal di sela-sela rakaat yang dijawab oleh jamaah.
Tradisi ini banyak dipraktikkan di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) dan sejumlah masjid di berbagai daerah. Bacaan bilal berfungsi sebagai penanda perpindahan rakaat sekaligus diisi dengan shalawat, doa, dan pujian kepada Allah SWT.
Lalu, bagaimana bacaan bilal Tarawih dan jawabannya yang lengkap dalam tulisan Arab dan latin? Berikut panduan lengkapnya yang dirangkum dari laman resmi Nahdlatul Ulama.
Apa Itu Bacaan Bilal Tarawih?
Dalam pelaksanaan shalat Tarawih berjamaah, seorang bilal akan menyerukan bacaan tertentu setiap selesai dua rakaat. Jamaah kemudian menjawab bacaan tersebut secara bersama-sama.
Perlu diketahui, bacaan bilal bukan termasuk rukun atau syarat sah shalat Tarawih. Namun, tradisi ini sudah mengakar dan menjadi bagian dari syiar Ramadan di banyak masjid di Indonesia.
Bacaan Bilal Tarawih dan Jawabannya
Berikut contoh bacaan bilal Tarawih yang umum dibaca pada setiap jeda dua rakaat:
1. Shalat tarawih pertama
Baca Juga: Malam 1 Ramadan Maryam yang Kelam
بلال : صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيح رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمْ الله
Bilal: Shollu sunnatat-tarawihi rak'ataini jami'atan rahimakumullah
جماعة : الصَّلاة لا إله إلا الله
Jamaah: Asshalatu laailahaillallah
بلال : اللَّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Bilal: Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad
جماعة : اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِك عليه
Jamaah: Allahumma shalli wa sallim wa barik alaih
2. Shalat tarawih kedua
بلال : فَضْلاً مِنَ اللَّهِ تَعَالَى وَنِعْمَةً
Bilal: Fadlan minallahi taala wa nikmah
Berita Terkait
-
25 Lagu yang Cocok untuk Posting Bukber di Medsos, Vibes Ramadannya Kerasa Banget
-
Sahur Jakarta Jam Berapa? Ini Panduan Lengkap Selama Ramadan 2026
-
Ini Bukan tentang Sandal
-
Daftar Lokasi Tukar Uang di Bank BRI Jateng Mitra BI, Cek Jadwal Penukarannya
-
Kereta Api Tambahan Lebaran 2026 Sudah Dibuka, Ini Jadwal, Rute dan Harganya!
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan
-
Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan
-
Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN
-
Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!