Suara.com - Merencanakan perjalanan sejak jauh hari menjadi hal yang baik untuk dilakukan, khususnya di bulan Ramadan 2026. Tapi ada saja waktu dimana Anda salah memesan tiket kereta api, atau mendadak terdapat hal yang muncul dan tidak bisa ditunda. Karena itu, ada baiknya Anda tahu cara pembatalan tiket kereta api online sehingga Anda bisa menjadwalkan ulang perjalanan yang akan dilakukan.
Pembatalan ini sendiri dapat dilakukan melalui berbagai metode, tergantung bagaimana Anda melakukan pembelian atau pemesanannya. Jadi pada akhirnya cara pembatalan tiket kereta api online akan bergantung pada metode pembelian yang digunakan.
Aplikasi Access by KAI jadi satu-satunya aplikasi yang dapat digunakan dalam proses pembelian tiket kereta api secara online. Maka berikut cara pembatalannya, disusul dengan cara dari platform lain yang bisa digunakan.
Cara Pembatalan Tiket Kereta Api Online melalui Access by KAI
Untuk cara pembatalannya sendiri cukup mudah, dengan langkah sebagai berikut:
- Buka aplikasi Accesss by KAI dan masuk ke menu Tiket Saya.
- Pilih tiket yang akan dibatalkan.
- Klik Kelola Pesanan Anda.
- Pilih opsi Pembatalan.
- Pilih nama penumpang yang akan dibatalkan, lakukan konfirmasi, dan pilih metode pengembalian. Tersedia opsi melalui rekening bank atau e-wallet.
- Isi data rekening atau e-wallet yang digunakan dengan benar, lakukan konfirmasi, dan tunggu verifikasi.
Pembatalan dapat dilakukan maksimal 2 jam sebelum keberangkatan, dengan besaran refund 75% dari harta tiket. Besa 25% dikenakan tidak termasuk biaya pesan, sehingga sebaiknya hal ini disadari.
Ketentuan lain adalah bahwa tiket belum dicetak di mesin loket yang ada. Jika Anda ingin melakukan pembatalan yang lebih dekat dengan waktu keberangkatan, Anda bisa datang ke loket di stasiun hingga 30 menit sebelum waktu keberangkatan.
Pembatalan dari Platform Lain
Jika Anda membeli tiket kereta api dari platform lain, seperti misalnya Traveloka atau sejenisnya, maka pembatalan tidak dapat dilakukan secara online. Hal ini dipastikan dengan pengecekan pada syarat, ketentuan, dan prosedur pada aplikasi terkait.
Baca Juga: Nasib Kelas Menengah: Antara Geliat Ramadan 2026 dan Fondasi Ekonomi yang Keropos
Pembelian melalui aplikasi selain Access by KAI akan diarahkan untuk langsung datang ke loket yang ada di stasiun keberangkatan. Dengan demikian, pembatalan online tidak dapat dilakukan dan hanya dapat dilakukan secara offline jika pembelian melalui platform lain.
Setelah pembatalan diproses di loket atau stasiun terkait, statusnya akan diperbarui pada aplikasi yang Anda gunakan untuk transaksi berikutnya. Jadi dapat dikatakan bahwa pembatalan online pembelian tiket kereta api secara eksklusif hanya dapat dilakukan menggunakan aplikasi resmi Access by KAI.
Opsi Lain: Penjadwalan Ulang
Jika pembatalan dirasa menjadi opsi yang terlalu berat, maka tersedia penjadwalan ulang sebagai alternatifnya., proses ini dapat dilakukan paling lambat 60 menit sebelum keberangkatan di loket stasiun, atau 2 jam sebelum keberangkatan melalui Access by KAI.
Yang harus diingat adalah memastikan kode booking aktif, belum melakukan pencetakan boarding pass, dan tersedia kursi pada jadwal baru. Perubahan akan dikenakan biaya administrasi 25% dari tarif di luar bea pemesanan.
Jika tarif baru lebih mahal, maka anda wajib membayar selisihnya. Namun jika tarif tiket baru lebih murah, tidak ada pengembalian uang atas selisih yang terjadi tersebut. Pembayaran wajib dilakukan secara tunai, dan penjadwalan ulang hanya dapat dilakukan ketika tiket dibeli dari kanal resmi KAI.
Itu tadi sedikit penjelasan tentang cara pembatalan tiket kereta api online yang bisa diberikan dalam artikel singkat ini. Semoga bermanfaat, dan selamat merencanakan perjalanan Anda berikutnya!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
MacBook Neo Ubah Standar Laptop Ringan, ADVAN AIR NEO Jawab dengan Intel Wildcat Lake
-
Jeruji Jadi 'Pesantren', Puluhan Napi di Kendari Berhasil Khatam Al-Qur'an
-
Kenapa Setrika Tiba-Tiba Keluar Asap? Jangan Panik, Kenali 5 Penyebabnya!
-
Saksi Kasus Pungli Gowa Ngaku Diperiksa di Bawah Pohon dan Diancam, Polisi: Tidak Benar!
-
Luruskan Pidato Politik, AHY Tegaskan Demokrat Tak Berpaling dari Prabowo
-
Dapur Gizi RSSA Malang Hangus Terbakar, Pasien Mengungsi dan Pasokan Makanan Beralih Katering
-
BBM dan Elpiji Sulsel Langka 2 Bulan, DPRD Semprot Pertamina: Jangan Cuma Beri Penjelasan!
-
Tecno Pova 8 Pro 5G Resmi di Indonesia, Bawa Layar 144Hz dan Dual Chipset
-
HBD 2026 Menembus 4 Pulau, Sensasi Touring Lintas Generasi yang Tak Biasa
-
Antrean Panjang BBM di SPBU Pulau Sulawesi Tak Wajar