Lifestyle / Female
Kamis, 12 Maret 2026 | 22:26 WIB
Ilustrasi skincare viral. (Pexels/KATRIN BOLOVTSOVA)
Baca 10 detik
  • Media sosial menciptakan risiko utama di mana popularitas konten mengalahkan validitas ilmiah dalam rekomendasi produk perawatan kulit.
  • Banyak konsumen memilih produk kecantikan berdasarkan tampilan visual konten, bukan berdasarkan bukti klinis bahan aktif produk tersebut.
  • Majestic Cosme mengadakan kampanye "Beauty Talks" di Jakarta untuk mengembalikan edukasi ilmiah perawatan kulit melalui konsultasi pakar.

Di era di mana kulit menjadi konten dan kota menjadi panggungnya, perawatan kulit bertransformasi menjadi fenomena budaya sekaligus edukasi. Sepanjang bulan Februari hingga awal Maret, Majestic Cosme telah menjemput bola menemui para pencinta kecantikan di lima lokasi strategis: ASHTA District 8, Grand Indonesia, Sportindo Pondok Indah Golf, Kota Kasablanka, dan Pondok Indah Mall 3.

Di lokasi-lokasi tersebut, konsumen tidak sekadar melihat produk, tetapi difasilitasi untuk berkonsultasi langsung dengan ahlinya. Langkah Majestic Cosme ini memberikan pesan yang jelas: keahlian medis dan nilai nyata (real value) akan selalu menang dalam jangka panjang, bahkan ketika tren viral di media sosial bergerak lebih cepat daripada para ahli.

Load More