- Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, diamankan dalam OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
- Operasi senyap tersebut dilakukan di wilayah Cilacap pada 13 Maret 2026.
- Berikut biodata, agama, serta profil karier Syamsul Auliya Rachman.
Suara.com - Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Diketahui, KPK melakukan operasi senyap di wilayah Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat, 13 Maret 2026. Satu pihak yang diamankan adalah Bupati Cilacap.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengonfirmasi bahwa salah satu pihak yang diamankan dalam OTT tersebut adalah Syamsul Auliya Rachman.
Namun, hingga kini, KPK belum mengungkap kasus apa yang melatarbelakangi OTT terhadap sosok bupati Cilacap tersebut.
Berikut biodata dan agama Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman yang diamankan dalam OTT KPK.
Biodata dan Agama Syamsul Auliya Rachman
- Nama lengkap: Dr. Syamsul Auliya Rachman, S.STP., M.Si
- Tanggal lahir: 30 November 1985
- Usia: 40 tahun
- Agama: Islam
- Istri: Ira Tantri Sartika
- Pendidikan terakhir: S3 (Doktor)
- Jabatan: Bupati Cilacap
- Instagram: syamsul_auliya_rachman
Profil dan Karier Syamsul Auliya Rachman
Melansir dari website Pemkab Cilacap, Syamsul Auliya Rachman memiliki gelar lengkap Dr. Syamsul Auliya Rachman, S.STP., M.Si. Ia lahir pada 30 November 1985 dan saat ini berusia 40 tahun.
Riwayat pendidikannya dimulai dari SDN Tritih Wetan 1 pada 1992–1998, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 5 Cilacap pada 1998–2001, dan SMA Negeri 1 Cilacap pada 2001–2004.
Baca Juga: KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Setelah lulus SMA, Syamsul melanjutkan pendidikan ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan menyelesaikan studinya pada tahun 2008.
Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjabat sebagai Kasi Trantibum Kecamatan Kedungreja pada 2012.
Setahun kemudian, ia menjadi Kasubag Otonomi Daerah dan Kerja Sama pada Bagian Tata Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Karier politiknya terus berkembang hingga akhirnya menjabat sebagai Wakil Bupati Cilacap pada periode 2017–2022.
Selanjutnya, Syamsul menjabat sebagai Bupati Cilacap hingga saat ini, sebelum diamankan dalam OTT KPK.
Di dunia politik, Syamsul juga menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cilacap untuk periode 2021–2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pesta Gol Garuda! Hattrick Mitchell Lee Baker Warnai Kemenangan 5-1 atas Kamboja
-
Perusahaan Alat Berat China XCMG Resmikan Pabrik Pertama di Indonesia
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa