Lifestyle / Komunitas
Selasa, 17 Maret 2026 | 15:37 WIB
Bacaan Doa Akhir Ramadan Sesuai Sunnah, Penyempurna Ibadah di Bulan Fitri. (freepik)

Suara.com - Akhir Ramadan merupakan momen yang sangat istimewa. Pada waktu ini, umat Islam berada di penghujung ibadah yang telah dijalani selama sebulan penuh. Banyak ulama menyebutkan bahwa waktu-waktu terakhir Ramadan adalah saat yang penuh dengan peluang dikabulkannya doa.

Hal ini karena di penghujung Ramadan, seorang Muslim berada dalam kondisi terbaiknya, setelah menjalani puasa, memperbanyak ibadah, dan meningkatkan ketakwaan. Oleh sebab itu, memanjatkan doa di akhir Ramadan menjadi sangat dianjurkan.

Selain itu, di malam-malam terakhir Ramadan juga terdapat malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada momen inilah doa-doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Menjelang berakhirnya Ramadan, ada satu amalan penting yang dianjurkan, yaitu membaca doa akhir Ramadan.

Doa ini bukan sekadar penutup, tetapi menjadi bentuk harapan agar seluruh ibadah yang telah dilakukan selama bulan suci diterima oleh Allah SWT.

Selain itu, doa akhir Ramadan juga mencerminkan rasa syukur sekaligus harapan untuk dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun berikutnya.

Lantas, seperti apa bacaan doa akhir Ramadan yang sesuai sunnah? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Bacaan Doa Akhir Ramadan Sesuai Sunnah

Terdapat beberapa doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan dianjurkan untuk dibaca, terutama di penghujung Ramadan.

Baca Juga: Tunaikan Zakat Fitrahmu, Dapatkan Manfaat Besar yang Belum Tentu Diperoleh Tahun Depan

Salah satu doa yang paling dianjurkan adalah doa yang dibaca saat Lailatul Qadar: "Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni"

Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku."

Doa ini diriwayatkan dalam hadis dan sangat dianjurkan untuk dibaca di malam-malam terakhir Ramadan.

Selain doa di atas, salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca pada akhir Ramadan. Seperti diriwayatkan Jabir bin Abdillah RA bahwa Nabi SAW mengajarkan sebuah permohonan agar Ramadan yang dijalani tidaklah menjadi yang terakhir bagi seorang hamba. 

اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَلاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا

Latin:

Load More