- Program Mudik Bersama 2026 oleh IDSurvey Group memberangkatkan 1.400 pemudik menggunakan 22 bus dan kereta api ke berbagai kota.
- Penyelenggaraan mudik bersama bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas serta meningkatkan keamanan melalui pengaturan jadwal keberangkatan terorganisir.
- Alternatif transportasi kolektif ini merupakan bentuk dukungan sosial perusahaan yang juga berkontribusi pada efisiensi energi dan penurunan risiko kecelakaan.
Suara.com - Mudik Lebaran selalu identik dengan jalanan padat dan perjalanan panjang yang melelahkan. Setiap tahun, jutaan orang memilih pulang kampung menggunakan kendaraan pribadi—yang pada akhirnya berkontribusi pada kemacetan, kelelahan pengemudi, hingga meningkatnya risiko kecelakaan di jalan.
Di tengah kondisi tersebut, tren mudik bersama mulai dilirik sebagai alternatif yang lebih aman, nyaman, sekaligus efisien. Salah satunya terlihat dari penyelenggaraan program Mudik Bersama 2026 yang melibatkan berbagai BUMN, termasuk IDSurvey Group.
Tahun ini, IDSurvey bersama PT Biro Klasifikasi Indonesia, PT Sucofindo, dan PT Surveyor Indonesia memberangkatkan sekitar 1.400 pemudik ke berbagai daerah di Indonesia. Para peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari masyarakat umum hingga para pekerja pendukung seperti petugas keamanan, resepsionis, pengemudi, dan petugas kebersihan.
Alternatif Nyata Kurangi Kepadatan Jalan
Mudik bersama bukan sekadar program tahunan, tetapi juga bagian dari upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Dengan menyediakan 22 armada bus serta layanan kereta api, program ini melayani perjalanan ke berbagai kota seperti Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, hingga Palembang dan Padang. Untuk moda kereta, perjalanan difokuskan menuju Surabaya.
Pola perjalanan seperti ini dinilai lebih efisien karena mampu mengangkut banyak orang dalam satu waktu, sekaligus mengurangi jumlah kendaraan di jalan raya.
Direktur Utama PT Sucofindo, Sandry Pasambuna, menilai kehadiran transportasi bersama bisa menjadi solusi yang lebih tertata bagi pemudik.
Menurutnya, program seperti ini tidak hanya menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman, tetapi juga membantu menekan penggunaan kendaraan pribadi yang selama ini mendominasi arus mudik.
Baca Juga: Penumpukan Penumpang Sempat Terjadi, Terminal Pulo Gebang Kini Lengang Usai Bus Terlambat Datang
Lebih Aman dan Terorganisir
Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, mudik bersama juga menawarkan perjalanan yang lebih terorganisir.
Seluruh rangkaian keberangkatan telah dijadwalkan dengan jelas. Moda kereta api diberangkatkan lebih dulu dari Stasiun Pasar Senen pada 16 Maret 2026, sementara bus berangkat sehari setelahnya dari kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, serta titik lain di kantor entitas IDSurvey Group.
Program ini juga didukung sistem pendataan terintegrasi berbasis NIK lintas BUMN dan Kementerian Perhubungan. Sistem ini membantu mencegah pendaftaran ganda sekaligus memastikan program tepat sasaran.
Dengan pengelolaan seperti ini, perjalanan mudik tidak hanya lebih rapi, tetapi juga meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan bagi peserta.
Bukan Sekadar Perjalanan, Tapi Bentuk Dukungan Sosial
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
3 Pilihan Sepatu Lari Lokal untuk Tempo Run Terbaik, Kualitas Setara Brand Luar Negeri
-
Tak Ingin Jakarta Hilang Akar, Pramono Jani Perkuat Lembaga Adat Betawi
-
Lampu Mati Berujung Kobaran Api: Bus Mewah Double Decker Gunung Harta Hangus di Tol Madiun
-
Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Eks Petinggi BUMN yang Terjaring Operasi KPK
-
Review Novel Hyouka: Misteri Sederhana yang Menyimpan Rahasia 33 Tahun
-
Sudah Siap War Tiket? Ini Rangkaian Acara Lengkap Perayaan HUT ke-81 RI dari Istana hingga Monas
-
Gadis Bernama Aishah Siregar Tiba-tiba Hilang dan Ditemukan di Kamboja, Korban Perdagangan Orang?
-
Ulasan A Model Family: Menimbang Moralitas di Tengah Desakan Kehidupan
-
Kenapa Sabun Mandi Tidak Boleh untuk Wajah? Ini Alasan Pentingnya
-
Bicara Boleh Biasa, Perform yang Menentukan: Jago MC ala Ongky Hojanto