Suara.com - Setiap tanggal 1 April, banyak orang di berbagai belahan dunia merayakan April Mop dengan cara saling mengerjai, menyebarkan lelucon, atau membuat cerita palsu yang mengundang tawa.
Tradisi ini identik dengan tipu daya ringan yang biasanya dilakukan tanpa niat buruk, melainkan sekadar hiburan. Di era digital seperti sekarang, April Mop bahkan semakin meriah dengan berbagai prank yang viral di media sosial, mulai dari berita palsu hingga pengumuman fiktif dari perusahaan besar.
Namun, di balik keseruan tersebut, tidak banyak yang mengetahui asal-usul tradisi ini. Sejarah April Mop ternyata memiliki berbagai versi yang menarik dan masih menjadi perdebatan hingga saat ini.
Tidak ada satu sumber pasti yang benar-benar menjelaskan awal mula perayaan ini, tetapi sejumlah teori historis memberikan gambaran bagaimana kebiasaan ini bisa berkembang di berbagai negara.
Sebagian kisah bahkan berkaitan dengan perubahan kalender, sedangkan yang lain menghubungkannya dengan festival kuno di Eropa.
Apa pun asal-usulnya, April Mop telah menjadi bagian dari budaya populer dunia yang terus bertahan hingga sekarang. Lalu, bagaimana sebenarnya sejarah April Mop dan kisah di balik tradisi penuh tipu daya ini? Simak inilah selengkapnya.
Asal-Usul April Mop dari Perubahan Kalender
Salah satu teori paling populer menyebutkan bahwa April Mop berasal dari perubahan sistem kalender di Eropa pada abad ke-16. Pada masa itu, sebagian besar negara Eropa masih menggunakan kalender Julian, di mana perayaan tahun baru jatuh pada akhir Maret hingga 1 April.
Namun, setelah diperkenalkannya kalender Gregorian oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582, tahun baru resmi dipindahkan menjadi 1 Januari. Sayangnya, tidak semua orang langsung mengetahui atau menerima perubahan ini.
Baca Juga: Awalnya Cuma Lelucon April Mop, BMW Sulap M3 Touring Jadi Mobil Balap
Mereka yang masih merayakan tahun baru pada akhir Maret hingga 1 April kemudian dianggap ketinggalan zaman dan menjadi bahan ejekan.
Orang-orang mulai mengerjai mereka dengan memberikan undangan palsu atau lelucon, yang kemudian dikenal sebagai tradisi April Mop.
Pengaruh Festival Kuno di Eropa
Selain teori kalender, ada pula pendapat yang mengaitkan April Mop dengan festival kuno di Eropa, seperti perayaan musim semi. Salah satunya adalah festival Romawi kuno bernama Hilaria, yang dirayakan dengan menyamar dan bercanda.
Festival ini biasanya berlangsung pada akhir Maret dan menjadi simbol kegembiraan serta kebebasan berekspresi. Dalam perayaan tersebut, masyarakat bebas meniru orang lain, membuat lelucon, bahkan melakukan tipu daya ringan tanpa konsekuensi serius.
Tradisi serupa juga ditemukan dalam berbagai budaya lain di Eropa yang merayakan datangnya musim semi dengan suasana penuh canda dan permainan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
5 Shio yang Dipercaya Terlahir Kaya dan Sukses Menarik Cuan
-
Film Pesta Babi Tayang di Mana? Begini Cara Nonton Resminya
-
5 Pria yang Taklukkan Hati Ayu Ting Ting, Terbaru Dekat Kevin Gusnadi
-
5 Krim Viva untuk Mengurangi Tanda Penuaan Dini, Harga Murah Mulai Rp14 Ribuan
-
Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
-
Terpopuler: Prosedur Nonton Film Pesta Babi, 11 Cara Beli Tiket Konser The Weeknd via MyBCA
-
Puasa Dzulhijjah Apakah Harus 9 Hari Berurutan? Begini Hukumnya dalam Islam
-
Siapa Owner Pagi Sore? Miskomunikasi Berujung Ramai Seruan Diboikot Turis Malaysia
-
Ramalan 6 Shio Paling Hoki pada 19 Mei 2026, Siapa yang Beruntung Hari Ini?
-
6 Shio yang Bernasib Mujur 19 Mei 2026, Siapa Paling Beruntung?