Suara.com - Nama Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung Ida Hamidah mendadak ramai diperbincangkan publik setelah kebijakan penonaktifannya dari jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Keputusan ini tak lepas dari sorotan tajam Dedi Mulyadi atau KDM, yang dikenal vokal dalam mengawal pelayanan publik khususnya terkait pajak kendaraan bermotor.
Pencopotan Ida Hamidah tersebut diambil sebagai sanksi tegas atas keluhan warga terkait pelayanan pajak kendaraan bermotor yang dinilai masih memberatkan masyarakat. Lantas bagaimana sebenarnya kronologi Ida Hamidah dicopot Dedi Mulyadi? Bagaimana rekam jejaknya sebelum dicopot? Simak penjelasan berikut ini.
Kronologi Pencopotan Ida Hamidah
Kasus ini bermula dari keluhan masyarakat yang viral di media sosial. Seorang warga mengaku tidak bisa membayar pajak kendaraan di Samsat Soekarno-Hatta Bandung karena tidak membawa KTP pemilik pertama. Padahal, kebijakan terbaru dari Pemprov Jawa Barat sudah menghapus syarat tersebut demi mempermudah proses administrasi.
Pada 2021, Dedi Mulyadi sempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Samsat Soekarno-Hatta. Sidak tersebut dilakukan setelah banyak laporan masyarakat terkait pelayanan yang dinilai berbelit dan tidak transparan.
Di lapangan, Dedi menemukan adanya ketidaksesuaian antara prosedur resmi dan praktik yang dijalankan. Warga mengeluhkan proses yang rumit, bahkan terindikasi membuka celah praktik percaloan. Dalam momen yang terekam dan viral, Dedi secara langsung menegur Ida Hamidah selaku pimpinan saat itu karena dianggap kurang mengawasi sistem pelayanan.
Sejak saat itu, nama Ida Hamidah mulai dikenal publik. Meski sempat meredup, isu serupa kembali mencuat pada April 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 47/KU.03.02/BAPENDA yang menghapus kewajiban membawa KTP pemilik pertama kendaraan.
Namun, di lapangan aturan tersebut belum dijalankan secara optimal. Aduan masyarakat kembali bermunculan hingga akhirnya memicu tindakan cepat dari Dedi Mulyadi.
Pada Senin, 6 April 2026, Dedi Mulyadi resmi menonaktifkan sementara Ida Hamidah dari jabatannya sebagai Kepala P3DW Bandung III atau Samsat Soekarno-Hatta. Keputusan ini diambil sebagai langkah evaluasi sekaligus bentuk respons terhadap keresahan publik.
Alasan di Balik Penonaktifan Ida Hamidah
Baca Juga: Rincian Biaya dan Syarat Buka Blokir STNK Kendaraan Bekas di Samsat Terbaru
Ada beberapa faktor utama yang melatarbelakangi keputusan tersebut. Pertama, lemahnya pengawasan internal sehingga masih terjadi ketidaksesuaian antara aturan dan praktik di lapangan. Kedua, sistem pelayanan dinilai belum sepenuhnya siap mengikuti kebijakan baru, sehingga memicu kebingungan di kalangan petugas maupun masyarakat.
Selain itu, respons terhadap keluhan publik juga dianggap kurang cepat. Dalam konteks pelayanan publik, hal ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Dedi Mulyadi sendiri menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar sanksi, melainkan bagian dari upaya pembenahan menyeluruh. Ia juga mengapresiasi masyarakat yang aktif melaporkan kendala pelayanan, sehingga bisa segera ditindaklanjuti.
Pasca penonaktifan Ida Hamidah, Samsat Soekarno-Hatta mulai melakukan berbagai perbaikan. Salah satunya adalah mempercepat digitalisasi layanan untuk meminimalisir interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan pungutan liar.
Selain itu, alur birokrasi juga ditata ulang agar lebih sederhana dan transparan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.
Tak hanya itu, Inspektorat bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat kini tengah melakukan investigasi lebih lanjut guna mengungkap akar permasalahan secara menyeluruh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
7 Kali Takbir Idul Adha Baca Apa? Ini Bacaan Takbirnya
-
Info Jadwal Sholat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Lengkap dengan Aturannya dan Alur Masuknya
-
Gelas Reusable Tak Selalu Lebih Ramah Lingkungan, Ini Temuan Peneliti
-
Promo Superindo Sambut Iduladha, Diskon Besar Perlengkapan Bakar-bakaran
-
45 Ucapan Selamat Idul Adha 2026 yang Islami Menyentuh Hati, Cocok Untuk Keluarga dan Grup WA
-
Mau Ajak Anak Nonton Penyembelihan Hewan Kurban? Ketahui Usia Ideal Menurut Dokter
-
6 Ide Menu Olahan Daging Kambing dan Sapi Kurban Selain Sate
-
Idul Adha Tahun 2026 Berapa Hijriah? Ini Makna dan Tradisinya
-
Viral Reizuka Ari Minum Suplemen 'Segambreng' Sekaligus, Apoteker Wanti-wanti Bahayanya
-
Apakah Tanggal 1 Juni 2026 Libur? Ini Penjelasan Hari Lahir Pancasila dan Sejarahnya