Suara.com - Pencopotan Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung, Ida Hamidah, oleh Dedi Mulyadi langsung menyita perhatian publik.
Kasus ini bermula dari keluhan pelayanan pajak kendaraan yang tidak sesuai aturan baru, hingga berujung pada tindakan tegas dari pemerintah.
Kejadian ini memicu rasa penasaran publik, bukan hanya soal kasusnya, tetapi juga soal jabatan dan penghasilan di balik posisi tersebut. Lantas, berapa gaji Kepala Samsat Soetta? Berikut ulasannya.
Kronologi dan Update Kasus Kepala Samsat Soetta yang Dicopot Gegara KTP
Kasus ini berawal dari unggahan seorang warga yang mencoba membayar pajak kendaraan bermotor di Samsat Soekarno-Hatta Bandung.
Ia mengaku tidak dilayani karena tidak membawa KTP pemilik pertama kendaraan. Padahal, sejak 6 April 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menghapus syarat tersebut melalui Surat Edaran Bapenda.
Dalam aturan baru itu, masyarakat cukup membawa STNK dan identitas pihak yang menguasai kendaraan. Kebijakan ini dibuat untuk mempermudah proses pembayaran pajak sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Menanggapi laporan tersebut, Dedi Mulyadi langsung melakukan penelusuran. Setelah memastikan adanya ketidaksesuaian antara aturan dan praktik di lapangan, ia memutuskan untuk menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soetta sebagai bentuk evaluasi.
"Hari ini saya nonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno Hatta. Selanjutnya akan dilakukan investigasi dari Pemprov Jawa Barat dari Inspektorat dan Badan Kepegawaian," ujar Dedi dikutip dari ANTARA (9/4/2026).
Tak berhenti di situ, Pemprov Jawa Barat juga melakukan investigasi bersama Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah untuk mencari tahu penyebab kebijakan tersebut belum berjalan optimal.
Baca Juga: Purbaya Tak Masalah Jika Gaji Menteri Dipotong, Perkirakan Sampai 25%
KDM juga menegaskan bahwa seluruh petugas Samsat harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan tidak boleh mengabaikan aturan yang sudah ditetapkan.
Profil Ida Hamidah, Kepala Samsat Soetta yang Dicopot
Ida Hamidah merupakan pejabat yang menjabat sebagai Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kota Bandung III atau Samsat Soekarno-Hatta. Posisi ini berada di bawah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat.
Dalam perjalanan kariernya, Ida bukan sosok baru. Ia pernah memimpin P3DW Kabupaten Karawang pada tahun 2018.
Pengalamannya di bidang pengelolaan pendapatan daerah cukup panjang dan menunjukkan rekam jejak yang solid di lingkungan birokrasi.
Bahkan, Ida sempat meraih penghargaan sebagai Pegawai Berkinerja Terbaik pada tahun 2024 di lingkungan Bapenda Jawa Barat.
Ia juga dikenal aktif melakukan berbagai inovasi pelayanan, seperti sosialisasi program pajak dan kunjungan langsung ke perusahaan pemilik kendaraan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
4 Rekomendasi Parfum Wangi Mirip Prada Paradoxe, Harga Jauh Lebih Murah
-
5 Keunggulan Adidas Adizero Pro Evo 2, Sepatu Lari Kelas Dunia Harga Rp9 Juta
-
7 Weton Paling Beruntung dan Panen Rezeki Melimpah di April 2026
-
5 Rekomendasi Bedak Padat Full Coverage, Acne Skin Friendly
-
3 Langkah Mudah Kulit Glowing Alami Tanpa Perawatan Mahal
-
Berapa Harga Sepatu Puma Speedcat? Ini 10 Tipe Termurahnya di 2026
-
5 Setting Spray yang Bikin Makeup Glowing dan Awet Tahan Lama
-
6 Sepatu Lokal Murah Mirip New Balance 530, Mulai Rp100 Ribuan
-
5 Sepatu Lokal Mirip Adidas Samba di Bawah Rp500 Ribu untuk Tampil Bergaya Retro
-
Bisakah Pariwisata Indonesia Tetap Tumbuh Tanpa Merusak Lingkungan?