Lifestyle / Male
Sabtu, 11 April 2026 | 10:36 WIB
Potret Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung (Instagram)

Suara.com - Ahmad Baharudin mendampingi Gatut Sunu Wibowo sebagai Bupati Tulungangung terpilih melalui Pilkada 2024. Pasangan Gatut Sunu Wibowo - Ahmad Baharudin mendapatkan 297.882 suara di Pilkada 2024.

Masyarakat Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pastinya sudah tidak asing dengan sosok Ahmad Baharudin. Ahmad Baharudin sebelumnya menjadi Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung periode 2024-2029.

Selain itu, Ahmad Baharudin dikenal sebagai sosok pengusaha. Namun, Ahmad Baharudin memilih untuk mengundurkan diri dari Anggota DPRD Kabupaten Tulungadung demi mengikuti Pilkada 2024.

Kekayaan Ahmad Baharudin

Nama Ahmad Baharudin menjadi sorotan publik setelah laporan harta kekayaannya yang tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara dipublikasikan. 

Ia disebut sebagai salah satu wakil bupati dengan total kekayaan paling rendah di Jawa Timur, yang kemudian memunculkan perhatian luas dari masyarakat.

Dalam laporan yang disampaikan pada 27 Maret 2024, total kekayaan Ahmad Baharudin tercatat sebesar Rp542.225.000 setelah dikurangi utang. 

Harta tersebut berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan di Kabupaten Tulungagung senilai sekitar Rp729 juta, dua unit kendaraan dengan nilai Rp55 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp500 juta. 

Namun, ia juga tercatat memiliki utang senilai Rp742 juta, sehingga total kekayaan bersihnya berada di kisaran Rp542 juta.

Baca Juga: Intip Kekayaan Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK

Pendidikan dan Perjalanan Karier Ahmad Baharudin 

Sebelum menduduki jabatan di eksekutif, Ahmad Baharudin lebih dulu berkiprah di legislatif sebagai anggota DPRD Kabupaten Tulungagung. 

Ia juga memimpin Partai Gerindra tingkat kabupaten sebagai Ketua DPC sejak 2019. Di luar aktivitas politik, ia dikenal sebagai pelaku usaha lokal yang telah lama menjalankan berbagai bidang usaha.

Ia pernah menjabat sebagai pengurus hingga Ketua PSSI Askab Tulungagung, serta dipercaya menjadi manajer Perseta Tulungagung. 

Tak hanya itu, ia juga aktif sebagai pembina Ansor, penasihat media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga memimpin Asosiasi Konveksi Kabupaten Tulungagung. 

Pria berusia 52 tahun ini memiliki latar belakang pendidikan yang ditempuh secara bertahap. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Sobontoro 2 Tulungagung (1978–1984), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Tulungagung dan MA Negeri 1 Tulungagung. Gelar Sarjana Manajemen ia raih dari Universitas Tulungagung pada 2021, setelah menempuh studi sejak 2017.

Load More