“Kalau dari sisi bisnis fokus utama kami adalah untuk mengedukasi. Edukasi yang dimaksudkan disini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk memiliki pola pikir bahwa sampah plastik jangan dibuang, tetapi dipilah aja dan bisa dijual untuk mendapatkan uang,” Ujarnya kepada Suara Hijau.
Ingin Mengolah Lebih Banyak Jenis Sampah
Saat ini, Kertabumi mengolah sampah plastik, kertas, dan organik. Ke depannya mereka berencana memperluas jenis sampah yang dapat diolah secara langsung atau in house, seperti kaca dan kaleng. Tujuannya agar maasyarakat yang datang dapat belajar mengolah lebih banyak jenis sampah.
“Ke depannya, kami ingin memperluas jenis sampah yang bisa kami olah secara in-house. Walaupun jenis sampah kami terima banyak ya, tetapi yang in-house recycling fasilitasnya cuma plastik, kertas, dan organik. Kami ingin menambah jenis pengolahan sampah, seperti kaca dan kaleng agar masyarakat yang datang bisa belajar berbagai jenis sampah,” tegas Ikbar.
Selain itu, Kertabumi juga ingin lebih fokus dalam memproduksi produk akhir yang dapat dijual secara masal dan bermanfaat bagi masyarakat, seperti ember, gayung, dan benang.
“Kedua, kami pengennya fokus juga membuat produk akhir, bukan cuma menjual bahan baku, tetapi produk akhir yang dibutuhkan secara massal seperti ember, benang, dan gayung. Hal-hal simpel, tapi semua rumah tangga membutuhkan barang tersebut,” kata Ikbal.
Di sisi lain, Kertabumi juga berupaya untuk mendukung masyarakat di luar Pulau Jawa, terutama di wilayah kepulauan kecil agar mampu mengolah sampah secara mandiri.
Hingga saat ini, Kertabumi telah berkolaborasi dengan berbagai brand dan instansi dalam pengolahan limbah. Berdasarkan informasi dari instagram @kertabumirecyclingcenter, total sampah yang mereka kumpulkan pada Maret mencapai 6,2 ton sampah, setara dengan 17,9 ton Co2e.
Di tahun 2026, perjalanan Kertabumi Recycling Center jadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus disertai dengan aksi nyata berkelanjutan.
Penulis: Natasha Suhendra
Baca Juga: Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
12 Urutan Zodiak yang Paling Pelit dan Tak Suka Berbagi
-
Bisakah Isu Krisis Iklim Dibuat Lebih Dekat dengan Anak Muda? Komunitas Ini Ungkap Strateginya
-
5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
-
Long Weekend Bingung Menginap di Mana? Ini 3 Tipe Hotel yang Bisa Disesuaikan dengan Mood Liburanmu
-
Apa Bedanya Puff dan Sponge untuk Makeup? Ini Fungsi Masing-Masing
-
5 Rekomendasi AC Inverter 1 PK Terbaik yang Dingin Cepat dan Hemat Listrik Bulanan
-
5 Lipstik Lokal Tahan Lama untuk Bibir Hitam: Kelebihan, Kekurangan, dan Shade Terbaiknya!
-
MBG Hadir di Luminor Jakarta Kota, Sajian Bubur Nusantara yang Dibalut Kehangatan untuk Tamu
-
22 Istilah dalam Makeup dan Artinya, Jangan Salah Bedakan Cakey dan Creasing
-
15 Link Twibbon Hari Raya Waisak 2026 Gratis, Bisa Langsung Unggah ke Media Sosial