Lifestyle / Komunitas
Senin, 13 April 2026 | 16:13 WIB
Tulisan Komunitas Kertabumi. (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

“Kalau dari sisi bisnis fokus utama kami adalah untuk mengedukasi. Edukasi yang dimaksudkan disini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk memiliki pola pikir bahwa sampah plastik jangan dibuang, tetapi dipilah aja dan bisa dijual untuk mendapatkan uang,” Ujarnya kepada Suara Hijau. 

Ingin Mengolah Lebih Banyak Jenis Sampah

Potret Bank Sampah Kertabumi (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Saat ini, Kertabumi mengolah sampah plastik, kertas, dan organik. Ke depannya mereka berencana memperluas jenis sampah yang dapat diolah secara langsung atau in house, seperti kaca dan kaleng. Tujuannya agar maasyarakat yang datang dapat belajar mengolah lebih banyak jenis sampah. 

“Ke depannya, kami ingin memperluas jenis sampah yang bisa kami olah secara in-house. Walaupun jenis sampah kami terima banyak ya, tetapi yang in-house recycling fasilitasnya cuma plastik, kertas, dan organik. Kami ingin menambah jenis pengolahan sampah, seperti kaca dan kaleng agar masyarakat yang datang bisa  belajar berbagai jenis sampah,” tegas Ikbar. 

Selain itu, Kertabumi juga ingin lebih fokus dalam memproduksi produk akhir yang dapat dijual secara masal dan bermanfaat bagi masyarakat, seperti ember, gayung, dan benang. 

“Kedua, kami pengennya fokus juga membuat produk akhir, bukan cuma menjual bahan baku, tetapi produk akhir yang dibutuhkan secara massal seperti ember, benang, dan gayung. Hal-hal simpel, tapi semua rumah tangga membutuhkan barang tersebut,” kata Ikbal. 

Di sisi lain, Kertabumi juga berupaya untuk mendukung masyarakat di luar Pulau Jawa, terutama di wilayah kepulauan kecil agar mampu mengolah sampah secara mandiri.

Hingga saat ini, Kertabumi telah berkolaborasi dengan berbagai brand dan instansi dalam pengolahan limbah. Berdasarkan informasi dari instagram @kertabumirecyclingcenter, total sampah yang mereka kumpulkan pada Maret mencapai 6,2 ton sampah, setara dengan 17,9 ton Co2e. 

Di tahun 2026, perjalanan Kertabumi Recycling Center jadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus disertai dengan aksi nyata berkelanjutan.

Penulis: Natasha Suhendra

Baca Juga: Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

Load More