Suara.com - Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 kembali menjadi sorotan. Bukan hanya soal persaingan masuk perguruan tinggi negeri yang semakin ketat, tetapi juga maraknya berbagai modus kecurangan yang semakin canggih dan terorganisir.
Di hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer atau UTBK 2026, panitia sudah menemukan banyak pelanggaran, mulai dari joki ujian, manipulasi identitas, hingga penggunaan teknologi tersembunyi seperti alat bantu dengar. Bahkan, beberapa kasus melibatkan sindikat yang menawarkan “jasa lulus instan”.
Fenomena ini tentu memprihatinkan. Selain merugikan peserta lain, kecurangan juga berisiko besar terhadap masa depan pelakunya. Lalu, apa saja bentuk kecurangan UTBK 2026 yang terungkap? Dan apa sanksinya?
Macam-Macam Kecurangan UTBK 2026
Berikut beberapa modus kecurangan yang berhasil diungkap panitia:
1. Perjokian (Joki Ujian)
Modus klasik yang masih terjadi hingga sekarang. Dalam kasus UTBK 2026, ditemukan satu orang yang mengikuti ujian menggunakan dua identitas berbeda, bahkan lintas tahun. Artinya, ada orang lain yang menggantikan peserta asli demi mendapatkan nilai tinggi.
2. Manipulasi Foto dan Identitas
Peserta mencoba mengelabui sistem dengan mengubah foto pendaftaran, misalnya mengatur posisi wajah atau atribut seperti jilbab agar tidak terdeteksi. Namun, teknologi face recognition yang digunakan panitia mampu mendeteksi perbedaan tersebut.
Baca Juga: 7 Aplikasi Rasionalisasi UTBK-SNBT Gratis, Ukur Peluang Lolos Kampus Impian
3. Penggunaan Alat Bantu Dengar (Teknologi Curang)
Ini menjadi salah satu kasus paling mengejutkan di UTBK 2026. Seorang peserta UTBK di Universitas Diponegoro (Undip) diketahui menggunakan alat bantu dengar kecil yang ditanam di dalam telinga untuk menerima jawaban dari luar.
Bahkan, alat tersebut harus dilepas oleh dokter THT karena posisinya terlalu dalam. Akhirnya peserta yang diketahui hendak mendaftar ke fakultas kedokteran tersebut diinterogasi sebelum diserahkan Polres setempat dan sempat mendapat pembinaan dari pihak berwajib.
4. Sindikat Kecurangan Terorganisir
Tidak hanya individu, panitia juga menemukan indikasi adanya jaringan atau sindikat yang menawarkan bantuan kecurangan kepada peserta. Biasanya, mereka menjanjikan kelulusan dengan imbalan biaya tertentu.
Aturan dan Sanksi Jika Curang di UTBK
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
Terkini
-
5 Zodiak Paling Beruntung Rabu 22 April 2026: Saatnya Capricorn Melunak
-
Isi Ceramah Ustazah Mumpuni Handayayekti yang Bikin Tak Boleh Lagi Ngomongin Politik
-
Cara Pakai Toner yang Benar, Ini 5 Rekomendasi Bagus Mulai Rp60 Ribuan
-
Siapa Ustazah Mumpuni Handayayekti? Pendakwah NU yang Dilarang Bahas Politik di Ceramahnya
-
Solusi Beli Emas Tanpa Antre, Simak Cara Mudah Tarik Emas Fisik Lewat Mesin ATM
-
Apakah Cleansing Oil dan Cleansing Balm Sama? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
5 Bedak Tabur Shimmer untuk Hasil Makeup Makin Glowing, Mulai Rp35 Ribuan
-
30 Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Haji Singkat Penuh Doa untuk Keluarga Maupun Rekan Kerja
-
7 Rekomendasi Body Lotion yang Wanginya Tahan Lama Seperti Parfum
-
Generasi Muda Jadi Kunci, Aceh Dorong Peran Kreatif dalam Pembangunan