Lifestyle / Komunitas
Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB
Sekolah Ramah Lingkungan dari 2,2 Ton Sampah Plastik. (dok. ist)
Baca 10 detik
  • Inisiatif pembangunan sekolah ramah lingkungan kembali hadir di Indonesia.
  • Proyek ini menggunakan 2,2 ton sampah plastik sebagai material eco-blocks untuk konstruksi bangunan yang lebih ramah lingkungan.
  • Pembangunan sekolah tersebut berhasil menekan emisi karbon sebanyak 5,2 ton sekaligus menyediakan fasilitas pendidikan layak bagi masyarakat setempat.

Suara.com - Inisiatif pembangunan sekolah ramah lingkungan kembali hadir di Indonesia. Kali ini, sebuah fasilitas pendidikan di Mauk, Tangerang, dibangun dengan memanfaatkan 2,2 ton sampah plastik yang diolah menjadi material konstruksi inovatif.

Sekolah KB Cahaya Persada resmi berdiri melalui kolaborasi PT Lautan Luas Tbk dengan Happy Hearts Indonesia. Bangunan ini tidak hanya menghadirkan akses pendidikan yang lebih layak bagi sekitar 100 anak, tetapi juga menjadi contoh konkret pemanfaatan limbah plastik menjadi infrastruktur yang bernilai guna.

Material utama yang digunakan adalah eco-blocks, yakni bahan bangunan hasil daur ulang plastik. Inovasi ini memungkinkan pengurangan limbah sekaligus menekan emisi karbon hingga sekitar 5,2 ton CO2, menjadikan proyek ini tidak hanya berdampak sosial tetapi juga lingkungan.

Head of Investor Relations, Corporate Communications and ESG PT Lautan Luas Tbk, Eurike Hadijaya, mengatakan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak berkelanjutan.

“Melalui pemanfaatan sampah plastik menjadi fasilitas pendidikan, kami ingin menunjukkan bahwa solusi lingkungan bisa berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, keterlibatan karyawan juga menjadi bagian penting dari proyek ini. Sejumlah relawan dari perusahaan turut ambil bagian dalam menghias dinding sekolah melalui kegiatan mural painting, menciptakan suasana belajar yang lebih ceria dan inspiratif bagi anak-anak.

Apresiasi datang dari Ketua HIMPAUDI Kecamatan Pakuhaji, Juanedi, yang menilai kehadiran sekolah ini memberikan manfaat ganda. Selain menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih baik, proyek ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik.

Menurutnya, kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa limbah yang selama ini dianggap masalah dapat diolah menjadi solusi nyata bagi kebutuhan sosial.

Pembangunan sekolah berbasis material daur ulang ini menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan keberlanjutan dapat diimplementasikan secara praktis, sekaligus menjawab dua tantangan sekaligus: pendidikan dan lingkungan.

Baca Juga: Mending Negeri atau Swasta? Viral Pria Ini Bongkar Selisih Biaya Rp360 Juta yang Bisa Jadi Aset Anak

Load More