Suara.com - Tanggal 1 Mei dikenal luas sebagai Hari Buruh atau May Day. Di banyak negara, termasuk Indonesia, hari ini memiliki makna penting sebagai simbol perjuangan para pekerja dalam mendapatkan hak-hak yang layak. Pertanyaan yang sering muncul setiap tahunnya adalah apakah 1 Mei termasuk hari libur?
Di Indonesia, Hari Buruh Internasional resmi menjadi hari libur nasional sejak tahun 2013. Penetapan ini dilakukan oleh pemerintah sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusi pekerja dalam pembangunan ekonomi dan sosial.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026, tanggal 1 Mei 2026 ditetapkan sebagai hari libur.
Disebutkan dalam SKB, unit kerja/satuan organisasi/lembaga/perusahaan yang berfungsi memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat di tingkat pusat dan/atau daerah yang mencakup kepentingan masyarakat luas, seperti rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, lembaga yang memberikan pelayanan telekomunikasi, listrik, air minum, pemadam kebakaran, keamanan dan ketertiban, perbankan, perhubungan, dan unit kerja/satuan organisasi/lembaga/perusahaan lain yang sejenis, agar mengatur penugasan pegawai/karyawan/pekerja pada hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dengan status sebagai hari libur nasional, sebagian besar pekerja mendapatkan kesempatan untuk beristirahat atau mengikuti kegiatan peringatan Hari Buruh.
Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua sektor bisa berhenti beroperasi. Beberapa bidang seperti kesehatan, transportasi, keamanan, dan layanan publik tetap berjalan seperti biasa.
Para pekerja di sektor ini biasanya mendapatkan kompensasi sesuai aturan yang berlaku, seperti upah lembur atau jadwal libur pengganti.
Sejarah Hari Buruh Internasional
Hari Buruh berakar dari peristiwa penting dalam sejarah dunia, yaitu Haymarket Affair yang terjadi di Chicago, Amerika Serikat, pada tahun 1886. Saat itu, para pekerja melakukan aksi demonstrasi besar-besaran untuk menuntut jam kerja yang lebih manusiawi, yaitu delapan jam sehari.
Baca Juga: 1 Mei Bank Buka atau Tidak? Ini Daftar Lengkap Libur Bank Mei 2026
Pada masa itu, banyak buruh harus bekerja hingga 12-16 jam per hari dengan kondisi kerja yang tidak aman. Demonstrasi tersebut awalnya berlangsung damai, namun berubah menjadi kerusuhan setelah terjadi ledakan bom di tengah aksi. Peristiwa ini menyebabkan korban jiwa dari pihak pekerja maupun aparat.
Meski berakhir tragis, perjuangan tersebut menjadi titik awal perubahan besar dalam dunia ketenagakerjaan. Tuntutan jam kerja delapan jam akhirnya mulai diterima di berbagai negara. Untuk mengenang perjuangan tersebut, tanggal 1 Mei kemudian diperingati sebagai Hari Buruh Internasional.
Hari Buruh memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran akan hak dan kewajiban pekerja. Dengan adanya peringatan ini, masyarakat diingatkan bahwa kesejahteraan pekerja adalah bagian penting dari pembangunan suatu negara.
Bagi perusahaan, Hari Buruh juga menjadi momen refleksi untuk memastikan bahwa lingkungan kerja yang diberikan sudah layak dan sesuai dengan standar yang berlaku. Hubungan yang baik antara pekerja dan perusahaan akan menciptakan produktivitas yang lebih tinggi.
Sementara itu, bagi pekerja, Hari Buruh bisa menjadi kesempatan untuk beristirahat sekaligus mengikuti kegiatan yang memperkuat solidaritas dan kebersamaan.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
1 Mei Bank Buka atau Tidak? Ini Daftar Lengkap Libur Bank Mei 2026
-
Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 Apakah Libur? Ini Penjelasan Resminya
-
Prabowo Dijadwalkan Hadir di Puncak Peringatan Hari Buruh, Ini yang Bakal Ditegaskan
-
Prabowo Dipastikan Hadiri May Day 2026 di Monas, Bakal Orasi di Depan Ratusan Ribu Buruh
-
Tanggal Merah Bulan Mei 2026 Kapan Saja? Ini Daftarnya Berdasarkan SKB 3 Menteri
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123