Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 01 Mei 2026 | 16:05 WIB
Ilustrasi parfum. (Gemini AI)

Padahal, kekuatan dan ketahanan parfum lebih ditentukan oleh konsentrasi bahan aromatiknya, seperti pada jenis Eau de Parfum yang lebih tahan lama dibanding Eau de Toilette. Jadi, bukan karena dikocok, melainkan karena komposisinya memang berbeda.

Untuk mendapatkan hasil terbaik saat menggunakan parfum, ada beberapa hal yang lebih penting untuk diperhatikan. Salah satunya adalah lokasi penyemprotan.

Parfum sebaiknya diaplikasikan pada titik nadi seperti pergelangan tangan, leher, atau belakang telinga.

Area ini menghasilkan panas tubuh yang membantu menyebarkan aroma dengan lebih optimal. Selain itu, hindari menggosok parfum setelah disemprotkan karena dapat merusak struktur aroma dan membuat wanginya cepat hilang.

Kondisi kulit juga berpengaruh terhadap ketahanan parfum. Kulit yang lembap cenderung mengunci aroma lebih baik dibandingkan kulit yang kering.

Oleh karena itu, menggunakan parfum setelah mandi atau setelah memakai pelembap tanpa aroma bisa membantu wangi bertahan lebih lama.

Tak kalah penting adalah cara menyimpan parfum. Agar kualitasnya tetap terjaga, parfum sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Paparan panas dan cahaya dapat mempercepat kerusakan kandungan di dalamnya. Menutup botol dengan rapat setelah digunakan juga penting untuk mencegah masuknya udara yang bisa memicu oksidasi.

Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa mengocok parfum sebelum digunakan adalah kebiasaan yang tidak diperlukan dan justru berpotensi merusak kualitasnya.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Parfum HMNS yang Cocok untuk Wanita, Wangi Tahan Lama

Parfum sudah dirancang dengan formula stabil yang siap digunakan kapan saja tanpa perlu perlakuan tambahan.

Dengan memahami cara penggunaan dan penyimpanan yang benar, kamu bisa menikmati aroma parfum favoritmu secara maksimal tanpa khawatir kualitasnya menurun.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Load More