Suara.com - Selain aktif dalam memberikan edukasi terkait dunia medis, Dokter Tirta juga dikenal sebagai pebisnis sukses yang memiliki usaha di bidang layanan perawatan sepatu.
Tak heran kalau Dokter Tirta kerap membagikan beragam tips merawat sepatu, termasuk cara mencuci sepatu lari agar tidak bau dan tidak cepat rusak.
Tips ala Dokter Tirta ini mudah dipraktikkan oleh siapa saja, bahkan tanpa perlu menggunakan jasa cuci sepatu. Bagaimana tipsnya?
Melansir video Instagram Dokter Tirta, salah satu trik perawatan sepatu lari agar tampak kinclong, tidak bau, dan tidak gampang rusak adalah dengan menyikat bagian mesh menggunakan sikat gigi baru. Setelahnya jemur sampai benar-benar kering.
Bukan hanya trik mencuci, ada beragam kiat lain yang akan membuat sepatu larimu jauh lebih awet. Ini dia caranya.
1. Gunakan Sesuai Fungsi, Jangan untuk Aktivitas Berat
Salah satu kesalahan paling umum adalah menggunakan sepatu lari untuk berbagai aktivitas, seperti jalan jauh, naik gunung, atau bahkan kerja harian.
Padahal, sepatu lari didesain khusus untuk gerakan berlari dengan tekanan tertentu.
Jika digunakan di luar fungsinya, bagian sol akan lebih cepat aus dan struktur sepatu bisa berubah. Misalnya, dipakai untuk hiking bisa membuat grip cepat habis, sementara digunakan untuk aktivitas berat bisa merusak bantalan sepatu.
Baca Juga: 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
Solusinya, gunakan sepatu lari hanya untuk olahraga lari atau aktivitas ringan. Dengan begitu, performa sepatu tetap terjaga lebih lama.
2. Jangan Sering Dicuci dengan Cara Salah
Mencuci sepatu memang penting, tapi cara yang salah justru mempercepat kerusakan. Hindari mencuci sepatu dengan mesin cuci karena putarannya bisa merusak struktur dan lem sepatu.
Sebaiknya, bersihkan sepatu secara manual menggunakan sikat lembut dan sabun ringan. Jangan merendam sepatu terlalu lama karena air bisa merusak perekat.
Selain itu, jangan terlalu sering mencuci sepatu jika tidak terlalu kotor. Cukup bersihkan bagian yang terkena noda agar material tetap terjaga.
3. Keringkan dengan Cara yang Tepat
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Cara Mencuci Baju Putih yang Sudah Kuning? Bisa Kembali Cerah dengan 7 Langkah Ini
-
Bagus Cushion atau Two Way Cake untuk Kulit Kombinasi? Ini Trik Makeup Flawless Anti Longsor
-
Profil dan Rekam Jejak Nusron Wahid, Dari Aktivis hingga Menteri Agraria dan Tata Ruang
-
Bagaimana Cara Membuat Sunscreen Sendiri di Rumah? Ini Cara dan Bahan-bahannya
-
Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027, Kebutuhan Sertifikasi Internasional Ikut Meningkat
-
Wangi Popcorn Khas Bioskop Menggoda di Jakarta Fair, Pengunjung Bisa Racik Sesuai Selera
-
Serum Apa yang Bikin Awet Muda? Ini 5 Produk Anti Aging Mulai Rp27 Ribuan
-
Parfum N.CO by Hanasui Paling Wangi Varian Apa? Ini 4 Pilihan Favoritnya
-
5 Bedak Tabur Efek Blur dari Brand Lokal, Kulit Mulus dan Makeup Tahan Lama
-
Jelajah Kuliner Unik di Come See Mie Fest 2026: Kartu yang Bisa Dimakan hingga Mi Earl Grey