- Pemerintah Indonesia melalui LPDP memberikan dana hidup bulanan bagi mahasiswa penerima beasiswa studi S2 dan S3.
- Penerima beasiswa di dalam negeri menerima dana sebesar Rp4,5 hingga Rp5 juta sesuai lokasi studi masing-masing.
- Penerima beasiswa luar negeri memperoleh dana dengan nominal variatif berdasarkan indeks biaya hidup di negara tujuan studi.
Suara.com - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP merupakan salah satu beasiswa bergengsi dari pemerintah Indonesia yang memberikan dukungan komprehensif bagi penerima beasiswa (awardee) untuk menempuh studi S2 atau S3. Selain biaya kuliah, asuransi kesehatan, dan dana riset, salah satu komponen paling dinantikan adalah dana hidup bulanan (Living Allowance/LA).
Besaran biaya hidup bulanan LPDP disesuaikan dengan lokasi studi agar awardee bisa fokus belajar tanpa khawatir soal kebutuhan sehari-hari. Lantas, berapa beda biaya bulanan LPDP di dalam dan luar negeri?
1. Dana Hidup Bulanan LPDP di Dalam Negeri
Untuk program dalam negeri, LPDP memberikan living allowance secara lump sum setiap bulan sesuai standar biaya hidup di Indonesia. Besaran terkini (per 2024-2025):
- Jabodetabek dan Surabaya: Rp5.000.000 per bulan.
- Kota-kota lain di Indonesia: Rp4.500.000 per bulan.
Jumlah ini sudah dihitung untuk menutup kebutuhan dasar seperti:
- Sewa kos atau apartemen sederhana.
- Makanan sehari-hari.
- Transportasi lokal.
- Internet dan kebutuhan komunikasi.
- Kebutuhan pribadi lainnya.
Dengan Rp4,5–5 juta, awardee di dalam negeri umumnya bisa hidup cukup nyaman, terutama jika memilih gaya hidup hemat (masak sendiri, menggunakan transportasi umum).
Di kota besar seperti Jakarta, uang ini bisa terasa pas-pasan jika sering makan di luar atau tinggal di area premium, tapi masih memadai untuk mahasiswa biasa.
Dana ini diberikan selama masa studi sesuai durasi yang disetujui, maksimal 24 bulan S2, 48 bulan S3.
2. Dana Hidup Bulanan LPDP di Luar Negeri
Baca Juga: Menantu Pemilik Daycare Little Aresha Dikuliti, Ternyata Kuliah LPDP di Australia
Besaran living allowance luar negeri jauh lebih variatif dan disesuaikan dengan indeks biaya hidup di masing-masing negara dan kota. LPDP membagi berdasarkan kota besar (high-cost) dan kota lainnya.
Beberapa contoh terkini:
- Amerika Serikat: USD 2.000 – 2.600 (sekitar Rp33–43 juta, tergantung kota seperti New York, Boston, atau California).
- Australia: AUD 2.500 – 2.800 (sekitar Rp26–29 juta).
- Inggris: GBP 1.500 – 1.900 (sekitar Rp30 juta – Rp38 juta)
- Belanda: EUR 1.500 (sekitar Rp25,5 juta)
- Jepang: JPY 170.000 – 195.000 (sekitar Rp17 juta – Rp19,5 juta)
- Afrika Selatan: USD 920 (sekitar Rp15 juta).
- Malaysia: MYR 2.700 (sekitar Rp8,9 juta)
Nominal ini dibayarkan dalam mata uang lokal atau sesuai ketentuan dan dihitung lump sum. Untuk awardee yang sudah berkeluarga (khusus S3), ada tambahan family allowance hingga 25 persen dari living allowance, maksimal untuk 2 tanggungan.
3. Perbedaan Utama Dalam dan Luar Negeri
Skala Nilai: Dalam negeri Rp4,5–5 juta vs luar negeri yang bisa mencapai puluhan juta rupiah. Perbedaan ini murni karena cost of living yang jauh lebih tinggi di negara maju (sewa apartemen, makanan impor, transportasi, dll).
Fleksibilitas: Di luar negeri, awardee harus pintar mengelola karena fluktuasi kurs mata uang dan inflasi. Banyak yang memilih masak sendiri dan tinggal di luar kampus untuk hemat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Terbukti Lakukan Pungli Rp 1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekai Terancam Dipecat
-
BRI Cetak Wirausaha Baru, PMI di Taiwan Dibekali Literasi Keuangan dan Bisnis
-
Subservience Malam Ini di Trans TV: Ketika Kecerdasan Buatan Menjadi Obsesi Mematikan
-
Siapa Pejabat Pusat yang Resmikan Pacu Jalur 2026? Ini Kata Plt Bupati Kuansing
-
BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Kewirausahaan dan Literasi Keuangan untuk Bangun Bisnis
-
Gugur Saat Bertugas, Kepala Regu Damkar Jaktim Sempat Mengeluh Nyeri Dada di Lokasi Kebakaran
-
Detik-detik Tabrakan Kereta Api dengan Truk hingga Terbelah Dua di Sergai
-
Kampung di Yogya Sulap Ratusan Galon Bekas Jadi Dekorasi HUT RI, Cantik Sekaligus Ramah Lingkungan
-
Rilis PV Perdana, Millennium Family Diadaptasi Jadi Anime
-
RI Cuan dari Nikel dan Batu Bara, Ekspornya Melonjak pada Juni 2026