- Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan LPDP Pusat menyediakan kuota beasiswa luar negeri bagi seratus putra-putri Betawi.
- Gubernur Pramono Anung menginisiasi program tersebut pada Sabtu, 11 April 2026, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
- Fauzi Bowo menekankan pentingnya generasi muda Betawi meningkatkan daya saing agar mampu berkompetisi secara global dan lokal.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah memperjuangkan hak putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan di luar negeri melalui program beasiswa.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan jajaran pengelola LPDP Pusat untuk merealisasikan rencana tersebut.
"Memang tidak bisa kalau Jakarta secara sendiri, Jakarta akan bekerja sama dengan LPDP Pusat. Dalam term pertama mungkin kami akan mengirim kurang lebih 100 mahasiswa, dan dari situ saya akan memberikan kuota untuk anak-anak Betawi, anak Jakarta," tutur Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).
Pramono menegaskan bahwa pemberian kuota khusus ini merupakan upaya untuk memberikan kesempatan bagi generasi muda Betawi.
"Kenapa itu kami berikan? Karena bagaimanapun, tentunya kami juga harus memberikan kesempatan untuk anak-anak Betawi bisa sekolah di luar," jelasnya.
Menanggapi rencana tersebut, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menyampaikan apresiasi atas atensi yang diberikan pemerintah.
Namun, figur yang akrab disapa Foke ini memberikan wejangan agar generasi muda Betawi tidak terlena dengan kemudahan yang diberikan.
"Betawi mesti kompetitif di mana saja," tegasnya.
Foke mengingatkan bahwa daya saing yang tinggi merupakan kunci utama agar anak-anak Betawi tidak terasingkan di tanah kelahirannya sendiri.
Baca Juga: Kronologi Irawati Puteri Eks SPG Nugget Lulus S2 Stanford Pakai Beasiswa LPDP
"Jangan dijadikan anak emas. Kalau nggak bisa kompetitif, jangan jadi orang. Apalagi mau jadi tuan di kampungnya sendiri," lanjut dia.
Ia pun memberikan perumpamaan ekstrem mengenai standar kualitas yang harus dimiliki anak Betawi agar mampu memenangkan persaingan di Jakarta.
"Kalau nggak kompetitif, orang lain pada ngomel. Iya kan? Andai kata Betawi nilainya 6, nggak cukup. Mesti 11 nilainya, baru cukup buat bisa kompetitif di Jakarta," pungkas Foke.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur
-
Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja