- Pura Mangkunegaran merayakan Adeging ke-269 dengan menggelar Royal Dinner bersama 150 tamu undangan di Pendopo Mangkunegaran.
- Acara ini mengangkat tema filosofi Legiun Mangkunegaran sebagai simbol penempaan diri, disiplin, dan ketangkasan bagi para hadirin.
- Penyajian menu kuliner tradisional yang dimodernisasi menjadi media penceritaan filosofi hidup bagi para tamu undangan tersebut.
Suara.com - Royal Dinner dalam rangka Adeging Mangkunegaran ke-269 bukan sekadar jamuan makan malam—ini adalah pengalaman kuliner yang memadukan tradisi, filosofi, dan sentuhan modern dalam satu meja.
Digelar di Pendopo Mangkunegaran, acara ini menghadirkan sekitar 150 tamu undangan dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh publik hingga pelaku industri. Suasananya hangat, elegan, sekaligus sarat makna—cerminan dari perayaan budaya yang terus hidup mengikuti zaman.
Bagi KGPAA Mangkunegaran X, atau yang akrab disapa Gusti Bhre, Royal Dinner menjadi momen untuk merayakan kebersamaan. Lebih dari itu, malam tersebut juga menjadi simbol bahwa kolaborasi dan kerja keras mampu melahirkan dampak yang berkelanjutan.
Namun yang membuat Royal Dinner ini berbeda adalah konsep royal heritage dinner—di mana setiap hidangan bukan hanya soal rasa, tapi juga cerita.
Tahun ini, tema yang diangkat terinspirasi dari filosofi Legiun Mangkunegaran, selaras dengan Tahun Dal dalam penanggalan Jawa yang dimaknai sebagai fase penempaan diri. Filosofi ini divisualisasikan lewat simbol kuda—ikon ketangkasan, disiplin, dan ketepatan arah.
Perjalanan rasa dimulai dari hidangan pembuka ringan bernama Sosis Solo Deconstructed. Disajikan dalam bentuk modern dengan crispy crepe hasil teknik dehidrasi, menu ini terasa ringan namun tetap kaya rasa. Ini menjadi semacam “langkah awal”—lugas, cepat, dan terarah.
Masuk ke menu berikutnya, Dendeng Age Buntel tampil lebih bold. Bentuknya menyerupai tapal kuda, dengan daging cincang berbumbu yang dibungkus lemak jala. Teksturnya padat, rasanya kuat—menggambarkan disiplin dan batasan yang harus dijalani dalam proses pembentukan diri.
Puncak pengalaman ada di hidangan utama: Slow Cooked Beef Sauce Kluwek. Daging short ribs dimasak selama 48 jam dengan teknik sous-vide, menghasilkan tekstur super lembut yang nyaris lumer. Dipadukan dengan saus kluwek yang pekat dan kaya rasa, menu ini terasa dalam—baik dari sisi rasa maupun makna.
Sebagai penutup, Mousse Tape Singkong menghadirkan kejutan yang lebih ringan dan playful. Mengangkat bahan sederhana seperti tape singkong ke level yang lebih tinggi, dessert ini memadukan tekstur lembut dengan sentuhan jahe dan nangka yang segar. Rasanya manis, tapi tetap punya karakter.
Baca Juga: Air Beras, Rahasia Kecantikan Keluarga Keraton yang Kini Diwariskan Melalui Inovasi Skincare Modern
Keseluruhan rangkaian menu ini terasa seperti perjalanan—dari awal yang penuh energi, proses yang disiplin, hingga refleksi yang tenang di akhir.
Royal Dinner Mangkunegaran pun membuktikan bahwa kuliner bisa menjadi medium storytelling yang kuat. Bukan hanya memanjakan lidah, tapi juga mengajak tamu untuk memahami filosofi hidup lewat setiap suapan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan