Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:24 WIB
Art Jakarta Gardens. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Art Jakarta Gardens 2026 resmi dibuka di Hutan Kota by Plataran dan akan berlangsung hingga 10 Mei 2026. Memasuki edisi kelimanya, pekan seni ruang terbuka ini kembali menghadirkan pertemuan antara seni rupa kontemporer, lanskap urban Jakarta, serta ragam program publik multidisipliner dalam suasana ruang hijau terbuka di tengah kota.

Pembukaan Art Jakarta Gardens 2026 ditandai dengan seremonial resmi yang dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar. Menyambut sebagai tuan rumah adalah Paramitha Soedarjo, Direktur MRA Media dan Hadh Ahmad Irfanda, VIP Relations Director Art Jakarta. Dimeriahkan oleh TRUST Orchestra melalui persembahan khusus dari TRUST Collective, seremoni pembukaan juga diisi dengan sambutan dari para mitra utama Art Jakarta Gardens 2026, yaitu William selaku Head of PR & Corporate Communication Bibit & Stockbit; Vera Eve Lim selaku Direktur BCA; Anasthasia S. Handayani selaku Presiden Direktur Plataran Indonesia; serta Ignatius Krishnaya Santoso selaku Corporate Branding iForte & iForte Energi. Kehadiran para mitra, pelaku seni, kolektor, galeri, perwakilan institusi budaya, serta media menegaskan tumbuhnya dukungan lintas sektor terhadap perkembangan ekosistem seni rupa Indonesia.

Tahun ini, Art Jakarta Gardens menghadirkan 26 galeri dari Indonesia dan kawasan Asia. Jumlah partisipasi yang terus bertumbuh sejak edisi perdana menunjukkan meningkatnya antusiasme terhadap format pameran seni ruang terbuka yang menjadi karakter khas Art Jakarta Gardens.

Dalam sambutannya, Hadh Ahmad Irfanda, VIP Relations Director Art Jakarta, menyoroti perkembangan Art Jakarta Gardens sebagai platform yang semakin membuka peluang pertukaran regional.

“Art Jakarta Gardens tetap mempertahankan identitasnya sebagai pekan seni ruang terbuka. Tahun ini terdapat 31 karya patung yang tersebar di area Hutan Kota by Plataran, serta partisipasi lima galeri baru, termasuk galeri dari Kuala Lumpur, Taipei, dan Seoul. Hal ini mencerminkan meningkatnya antusiasme pelaku seni sekaligus semakin terbukanya peluang exposure internasional bagi seniman Indonesia,” ujar Hadh Ahmad Irfanda.

Sebagai bagian dari perjalanan Art Jakarta yang telah berlangsung lebih dari 15 tahun sejak diinisiasi oleh MRA Media, Art Jakarta Gardens terus berkembang sebagai platform seni yang memperluas pengalaman publik terhadap seni rupa kontemporer. Setelah menghadirkan Art Jakarta Papers pada awal tahun ini sebagai platform yang berfokus pada medium karya berbasis kertas, Art Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem seni yang dinamis melalui Art Jakarta Gardens 2026.

“Kami menghadirkan Art Jakarta Gardens 2026 sebagai ruang di mana seni dan alam dapat dinikmati secara berdampingan di tengah dinamika kota. Memasuki edisi kelima, kami terus berkomitmen menjadikannya platform seni yang relevan dan berkembang, dengan partisipasi galeri yang semakin luas serta program publik yang menghidupkan interaksi lintas komunitas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap seni rupa regional.,” ujar Paramitha Soedarjo, Direktur MRA Media.

Art Jakarta Gardens 2026 diselenggarakan dengan dukungan penting dari dua institusi utama di sektor keuangan sebagai Lead Partners—Bibit dan BCA. Dukungan penuh juga kembali hadir dari Plataran Indonesia, selaku Venue Partner, Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai Strategic Partners, serta Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya sebagai Cultural Partner. Bentuk dukungan-dukungan ini menegaskan pentingnya kerjasama lintas sektor, baik pemerintah maupun swasta, dalam mengembangkan landasan bagi ekosistem seni rupa Indonesia yang semakin matang, mulai dari segi pasar hingga kesadaran wacana.

Bibit, aplikasi investasi digital, kembali mendukung Art Jakarta Gardens sebagai kolaborasinya yang keempat. Pada tahun ini, Bibit berkolaborasi dengan Mulyana (Mangmoel), membawa pesan yang menggarisbawahi kualitas adaptabilitas dan resiliensi sebagai irisan antara seni dan investasi. “Secara sederhana, gurita yang memiliki banyak tentakel melambangkan pentingnya diversikasi dalam berinvestasi. Selain itu, kehadiran The Mogus (Monster Gurita Sigarantang) lewat sosok gurita yang dapat mereproduksi dirinya sendiri saat tentakelnya putus juga mewakili semangat, ketahanan, dan keyakinan dalam berinvestasi. Setiap investor pasti pernah menghadapi kemunduran dan keadaan yang tidak sesuai harapan. Tetapi, kami percaya bahwa investor sejati tidak mundur dan justru beregenerasi. Kekayaan tidak hanya dibangun di saat-saat baik, tetapi terus dibangun ulang dari setiap kehilangan, pelajaran, dan ‘tentakel’ yang tumbuh kembali,” ungkap Angie Anandita, Head of Digital Marketing Bibit dan Stockbit.

Baca Juga: Kolaborasi Kreatif di Paris Fashion Week, Penfolds Hadirkan Desain Edisi Terbatas

BCA, salah satu bank terkemuka di Indonesia, turut hadir pada Art Jakarta Gardens 2026 dengan tajuk myBCA Space. Kolaborasi kali ini menandai tahun kedua BCA berkolaborasi dengan Art Jakarta Gardens. Menyorot alat bayar Flazz, BCA membawakan photo booth siap-jadi untuk pengunjung yang ingin membawa pulang hasil fotonya pada kartu Flazz. BCA juga kembali dengan sejumlah promo pembayaran menarik yang mendukung keberlanjutan ekosistem kolektor dan pecinta seni Indonesia. “Kami sangat antusias menyambut pembukaan Art Jakarta Gardens 2026 hari ini. Di myBCA Space, kami menghadirkan aktivitas eksklusif ‘Flazz Your Day’, di mana pengunjung dapat mempersonalisasi kartu Flazz mereka menggunakan foto pilihan sendiri sebagai kenang-kenangan dari pekan seni ini. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati kemudahan layanan perbankan mulai dari pembukaan rekening hingga pengajuan kartu kredit secara langsung. Untuk memaksimalkan pengalaman bertransaksi seni, kami telah menyiapkan berbagai penawaran istimewa, mulai dari diskon tiket masuk, cashback, hingga eksibilitas cicilan. Bagi nasabah BCA Solitaire dan Prioritas, tersedia pula complimentary VIP day serta cashback untuk setiap pembelian karya seni. Semua ini merupakan wujud komitmen BCA untuk senantiasa relevan dengan gaya hidup para pecinta seni Indonesia,” ujar Norisa, Executive Vice President Transaction Banking Business Development, BCA.

Art Jakarta Gardens tidak akan dikenal dengan identitas ruang luar yang kuat tanpa dukungan penuh Venue Partner, Hutan Kota by Plataran. Memasuki edisi yang kelima tahun ini, Hutan Kota by Plataran kembali membukakan pintunya bagi kolaborasi yang segar antara karya seni dan program publik dengan suasana hutan kota yang teduh. “Ketika pameran seni yang paling dinantikan di Jakarta bertemu dengan taman paling ikonik di kota ini, kami selalu merasa sangat antusias untuk menikmati karya-karya luar biasa di tengah rimbunnya kehijauan Hutan Kota by Plataran,” demikian disampaikan oleh Yozua Makes CEO & Founder of Plataran Indonesia

Dukungan dari dua kementerian Republik Indonesia membuka peluang bagi Art Jakarta Gardens untuk mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan yang lebih ambisius. “Kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi fondasi sinergi yang saling menguatkan dalam pengembangan ekosistem seni rupa di Indonesia. Kedua kementerian ini secara konsisten bekerja sama dalam mendukung karya-karya seniman, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor seni rupa yang berkelanjutan.

Dukungan dari mitra strategis seperti Bank Central Asia, iForte, Bibit, dan MRA Group turut memperkuat upaya ini. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem yang inklusif dan suportif bagi para pelaku seni, mulai dari seniman, galeri, kurator, kreator, hingga pelaku industri, untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan berkontribusi dalam memajukan lanskap seni rupa Indonesia, khususnya dalam momentum Art Jakarta Gardens 2026. Melalui momentum Art Jakarta Gardens 2026, kita melihat bagaimana kreativitas mampu menjadi kekuatan ekonomi masa depan,” komentar Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, dalam sambutannya.

Pada puncak acara, Fadli Zon, Menteri Kebudayaan, menyampaikan pidato yang diikuti dengan peresmian pembukaan Art Jakarta Gardens 2026. Fadli Zon menegaskan pentingnya ekosistem seni yang penuh kolaborasi. Fadli Zon mengungkapkan, “Art Jakarta Gardens membuka peluang yang lebih luas bagi seniman Indonesia untuk menampilkan karya-karya terbaiknya, memperluas jaringan, serta menjangkau audiens yang lebih beragam. Di sisi lain, Art Jakarta Gardens juga menjadi sarana edukasi publik agar semakin dekat, memahami, dan menghargai seni rupa sebagai bagian penting dari kehidupan budaya kita. Kami percaya bahwa ekosistem seni yang sehat ditandai dengan adanya kolaborasi, inklusivitas, serta keberlanjutan. Oleh karena itu, acara ini dirancang tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam membangun masa depan seni rupa Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran Art Jakarta Gardens merupakan bagian dari upaya memperluas ekosistem seni rupa Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan seni rupa global melalui pendekatan diplomasi budaya.”

Art Jakarta Gardens 2026 menghadirkan presentasi di ruang dalam dan ruang luar, memenuhi lokasi Hutan Kota by Plataran yang terbuka bagi publik. Melengkapi presentasi di ruang dalam, pekan seni ini kembali membawa segmen utama, Sculpture Garden, format unik yang membedakan Art Jakarta Gardens dari acara seni lainnya. Sculpture Garden pada edisi tahun ini menampilkan karya-karya yang menggugah rasa penasaran dan kekaguman audiens melalui bentuk, skala, serta interaksinya dengan lingkungan hutan kota. Di antaranya, T-REX dari Indra Lesmana yang mengkontemplasikan bentuk dari udara dengan menghadirkan patung balon metalik; Dian Hardiansyah dengan karya organik berbahan porselen dan stoneware berjudul Dialog Hijau (Living on Affinity); Tisna Sanjaya dengan Aura Kesenian Aura Capital yang mereeksikan hubungan antara manusia, alam, dan seni; serta Yunizar yang kembali dengan hewan fantastisnya, Turtle.

Load More