- Saksi Muhammad Hidayat memberikan kesaksian dalam sidang di Pengadilan Militer Jakarta mengenai penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus.
- Peristiwa terjadi pada 12 Maret 2026 di Jakarta, melibatkan terdakwa Sersan Dua Edi Sudarko dan Letnan Satu Budhi Hariyanto.
- Saksi sempat mengejar pelaku namun gagal karena terkena sisa cairan kimia yang merusak pakaian serta menyebabkan rasa panas.
Suara.com - Muhammad Hidayat, warga yang berada di lokasi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, membeberkan kesaksian dramatis dalam persidangan.
Keterangan tersebut disampaikan di hadapan majelis hakim, oditur hingga terdakwa dan penasehat hukumnya di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Hidayat merupakan sosok yang sempat berupaya mengejar para pelaku yakni Terdakwa I Sersan Dua Edi Sudarko dan Terdakwa II Letnan Satu Budhi Hariyanto.
Cerita bermula saat saksi sedang bersantai di lokasi yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara pada 12 Maret 2026 lalu.
"Awalnya saya cuma denger teriakan. Terus saya lihat ada motor jatuh, ada orang berdiri teriak-teriak," ujar Hidayat memulai kisah di hari itu.
Jarak posisi saksi dengan lokasi jatuhnya motor Andrie diperkirakan kurang dari 50 meter. "Saya lagi nongkrong, nggak jauh dari situ," kenangnya.
Hidayat segera menghampiri Andrie untuk memastikan situasi yang sebenarnya terjadi di tengah kegaduhan tersebut. "Kenapa bang? Begal?" tanyanya saat itu.
Saksi sempat mengira Andrie jadi korban pembacokan, karena kondisi fisiknya yang tampak memerah.
"Saya nggak lihat pas buka baju, tapi yang saya lihat badannya merah-merah. Saya sangka dibacok," kata Hidayat.
Baca Juga: Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
Andrie, yang tengah menahan sakit, sempat memberikan jawaban singkat kepada saksi.
"Bukan, air keras," jawabnya.
Mendengar hal itu, saksi seketika memacu motor Andrie ke arah RSCM untuk membuntuti para pelaku yang melarikan diri.
"Saya coba kejar, ke arah Cipto, tapi cuma 100 meter," jelas Hidayat di persidangan.
Upaya pengejaran terhenti karena efek korosif dari sisa cairan kimia yang tercecer pada jok motor Andrie ternyata mengenai celana saksi.
"Celana saya juga hancur, yang bagian belakang. Berasanya panas," tutur Hidayat, menggambarkan keganasan cairan tersebut.
Dahsyatnya efek cairan juga terlihat dari pakaian yang dikenakan Andrie saat peristiwa itu terjadi. "Jaket hancur, baju hancur," ungkap Hidayat yang melihat langsung di lokasi.
Warga di sekitar lokasi pun sempat memberikan bantuan darurat berupa air untuk membasuh luka pada wajah Andrie.
Cerita Hidayat berakhir saat dirinya menggambarkan situasi Andrie yang langsung pulang dengan mengendarai motor seorang diri selepas membersihkan diri.
"Jalan saja, biasa," pungkas dia.
Berita Terkait
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!