Lifestyle / Relationship
Senin, 11 Mei 2026 | 14:19 WIB
Ilustrasi pernikahan. (Pexels/Deden Dicky Ramdhani)
Baca 10 detik
  • Percakapan Syifa Hadju, ibunya Shendy Hadju, dan El Rumi viral karena menyinggung 'dosa istri ditanggung suami'.
  • Momen terjadi saat Syifa meminta izin memakai baju terbuka setelah menikah.
  • Video memicu perdebatan publik soal pemahaman tanggung jawab dosa dalam pernikahan menurut Islam.

Suara.com - Obrolan antara ibu Syifa Hadju, Shendy Hadju, dan El Rumi belakangan viral di media sosial. Momen itu membuat pertanyaan seputar dosa istri ditanggung suami banyak dibahas.

Dalam video yang diunggah ke YouTube Maia ALELDUL TV itu, Syifa Hadju nampak tengah izin kepada sang ibu untuk mengenakan baju terbuka.

Video tersebut diperkirakan diambil sebelum resepsi pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju di Bali pada 2 Mei 2026. Jadi, Syifa Hadju telah resmi menjadi istri El Rumi.

Karena itu, saat Syifa Hadju meminta izin untuk memakai baju terbuka, sang ibu langsung menyebut nama El Rumi.

"Ibu, aku pakai baju terbuka enggak papa?" tanya Syifa Hadju kepada ibunya, dilansir pada Senin, 11 Mei 2026.

"Enggak papa. Kan dosanya ditanggung suami," ujar ibu Syifa Hadju.

Video tersebut kemudian viral usai diunggah ulang ke platform X oleh akun Scorpio_1420. Banyak netizen lantas bertanya soal dosa istri ketika sudah menikah.

Apakah Dosa Istri Ditanggung Suami? Begini Pandangan Islam

Melansir Konsultasi Syariah dan beragam sumber lain, dalam ajaran Islam, setiap manusia pada dasarnya bertanggung jawab atas amal dan dosanya masing-masing.

Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an melalui firman Allah, "Dan seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain." (QS. Fathir: 18).

Baca Juga: Syifa Hadju Diributkan Pakai Baju Terbuka, Ahmad Dhani: Dosa Ditanggung Desainer

Meski demikian, seorang suami tetap memiliki tanggung jawab untuk membimbing dan menjaga keluarganya dari perbuatan maksiat.

Allah SWT berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." (QS. At-Tahrim: 6).

Suami bisa ikut menanggung dosa istrinya apabila ia membiarkan kemungkaran terjadi di dalam rumah tangga padahal mampu mencegahnya.

Contohnya ketika suami mengetahui istrinya melakukan pelanggaran syariat, tetapi justru mendukung, membiarkan, atau tidak pernah menasihatinya sama sekali.

Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya tanggung jawab seorang pemimpin keluarga melalui hadis, "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam konteks rumah tangga, suami memiliki kewajiban mendidik, menasihati, dan mengarahkan keluarganya kepada kebaikan.

Load More