- Duduk terlalu lama merupakan kebiasaan yang umum terjadi, terutama pada pekerja kantoran, pelajar, dan pengguna komputer.
- Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa duduk lebih dari 6–8 jam per hari secara rutin berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan, terutama jika kurang beraktivitas fisik.
- Karena itu, penting memahami dampak duduk sepanjang hari, termasuk kaitannya dengan kenaikan berat badan dan gangguan kesehatan lainnya.
Suara.com - Duduk merupakan aktivitas yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi pekerja kantoran, pelajar, maupun mereka yang sering menggunakan komputer.
Namun, kebiasaan duduk terlalu lama ternyata dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan jika dilakukan terus-menerus setiap hari.
Sejumlah penelitian bahkan menemukan bahwa duduk lebih dari 6 hingga 8 jam per hari secara rutin berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan, terutama jika tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup.
Karena itu, penting untuk memahami dampak yang mungkin muncul akibat terlalu lama duduk agar dapat mengambil langkah pencegahan sejak dini.
Lalu, apa saja bahaya duduk terlalu lama sepanjang hari terhadap tubuh, termasuk benarkah kebiasaan ini bisa bikin gendut? Melansir Healthline, berikut delapan dampak yang perlu diwaspadai.
1. Kenaikan Berat Badan
Duduk terlalu lama dapat memperlambat metabolisme tubuh karena otot menjadi lebih jarang bergerak. Akibatnya, tubuh menghasilkan lebih sedikit enzim yang membantu mengolah lemak dan gula dari makanan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan kurang bergerak berkaitan dengan peningkatan indeks massa tubuh (BMI), lingkar pinggang, dan persentase lemak tubuh.
Duduk terlalu lama juga dapat meningkatkan penumpukan lemak visceral di sekitar organ vital, yang berisiko memicu diabetes dan penyakit jantung.
Baca Juga: 6 Alasan Mengapa Kamu Suka Menggoyangkan Kaki Saat Duduk, Ada Hubungannya dengan Kepribadian?
2. Kaki dan Otot Bokong Melemah
Kurangnya aktivitas fisik membuat otot kaki dan bokong jarang digunakan untuk menopang tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan atrofi atau penyusutan otot sehingga kekuatannya berkurang seiring waktu.
Otot tubuh bagian bawah berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan stabilitas tubuh. Jika otot-otot tersebut melemah, risiko cedera saat berjalan, berolahraga, atau melakukan aktivitas sehari-hari bisa meningkat.
3. Risiko dan Komplikasi Diabetes
Terlalu banyak duduk, terutama saat menonton televisi, dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Sebaliknya, aktivitas fisik intensitas sedang terbukti dapat membantu menurunkan risiko penyakit tersebut.
Bagi penderita diabetes, kebiasaan duduk terlalu lama juga dapat memperburuk kondisi kesehatan. Risiko komplikasi seperti stroke, gangguan penglihatan, dan masalah kesehatan lainnya pun dapat meningkat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan