- PT KAI Wisata mengubah stasiun menjadi ruang gaya hidup yang mengintegrasikan pengalaman digital, interaksi brand, dan mobilitas penumpang.
- Perusahaan menawarkan layanan branding melalui iklan stasiun, naming rights, serta promosi dalam kereta dengan konsep bundling yang fleksibel.
- Stasiun kini menyediakan fasilitas refresh hub dan grooming space di berbagai kota besar untuk memenuhi kebutuhan harian pengguna.
Suara.com - Stasiun sekarang sudah jauh berbeda dari sekadar tempat menunggu kereta datang. Kalau dulu identik dengan bangku panjang dan orang buru-buru naik, kini ruang ini pelan-pelan berubah jadi lifestyle space—tempat transit yang sekaligus menawarkan pengalaman, layanan, dan interaksi digital.
Mulai dari melihat iklan yang tampil di layar digital, hingga layanan yang membuat penumpang bisa mandi, grooming, bahkan relaksasi sebentar sebelum melanjutkan perjalanan. Stasiun kini bukan lagi sekadar titik berhenti, tetapi ruang singgah yang terasa lebih hidup.
Transformasi ini dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui KAI Wisata dengan konsep Transit & Mobility Media, yaitu pemanfaatan ekosistem transportasi sebagai ruang komunikasi, branding, dan pengalaman pengguna.
Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, menyebut seluruh jaringan KAI kini memiliki nilai lebih sebagai ruang aktivitas yang terintegrasi.
“Kita punya media di stasiun, on-train di kereta, baik eksterior maupun interior, termasuk announcement. Bahkan ada naming rights untuk stasiun,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kekuatan utama ekosistem ini bukan hanya pada ruang iklan, tetapi pada perjalanan dan interaksi penumpang yang terjadi secara berulang.
“Yang kita jual itu traffic, experience, dan interaction,” katanya.
Menjangkau Ratusan Juta Perjalanan Penumpang
Keunggulan utama ekosistem KAI terletak pada jangkauannya yang sangat besar. Saat ini, KAI melayani lebih dari 430 juta perjalanan penumpang setiap tahun di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Dituduh Gila Hormat Gara-Gara Petugas KA Jongkok, Inul Daratista Kasih Paham Netizen: Sok Tahu!
Jaringan ini mencakup 629 stasiun yang tersebar di 9 Daerah Operasi (Daop) dan 4 Divisi Regional (Divre), dengan total jalur rel hampir 6.957 kilometer.
Artinya, setiap hari jutaan orang bergerak melalui ekosistem KAI—mulai dari perjalanan kerja, sekolah, hingga mobilitas antar kota.
Dengan skala tersebut, KAI melihat stasiun dan kereta bukan hanya infrastruktur transportasi, tetapi juga ruang interaksi yang sangat potensial bagi brand.
“Intinya kita menjual traffic, experience, dan interaction dari pengguna jasa transportasi,” ujar Agus.
Stasiun Jadi 'Mall Bergerak' Versi Transportasi
Dalam pengembangannya, KAI tidak hanya menawarkan ruang iklan statis, tetapi juga sistem kolaborasi yang lebih fleksibel.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim