- Tourism Malaysia menggelar program Flavours of Malaysia 2026 di Penang Restaurant, Jakarta, pada 5–15 Juni 2026 mendatang.
- Kegiatan ini memperkenalkan beragam kuliner autentik Malaysia seperti nasi lemak dan satay kepada seluruh masyarakat Indonesia.
- Program ini bertujuan mempromosikan pariwisata serta mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Malaysia melalui pengalaman gastronomi khas.
Suara.com - Kuliner sering kali menjadi pengalaman pertama yang dicari wisatawan saat mengunjungi sebuah negara. Selain menawarkan cita rasa khas, makanan juga menjadi cara untuk mengenal budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat setempat.
Hal inilah yang menjadi fokus Tourism Malaysia melalui program Flavours of Malaysia 2026 yang digelar di Penang Restaurant, Tokyo Hub PIK 2, Jakarta, pada 5–15 Juni 2026.
Melalui program tersebut, Tourism Malaysia memperkenalkan beragam kuliner khas Negeri Jiran kepada masyarakat Indonesia sekaligus mempromosikan pariwisata Malaysia dengan pendekatan yang lebih dekat dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Ketua Pengarah Tourism Malaysia, Mohd Amirul Rizal bin Abdul Rahim, mengatakan kuliner memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan identitas suatu negara. Menurutnya, makanan dapat menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat dari latar budaya yang berbeda.
"Wisatawan yang datang ke suatu negara biasanya ingin merasakan makanan autentik yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat," kata Mohd Amirul Rizal.
Menurut dia, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Malaysia tidak hanya mencari destinasi wisata populer, tetapi juga ingin merasakan kuliner lokal yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat Malaysia. Karena itu, Tourism Malaysia menjadikan gastronomi sebagai salah satu fokus promosi pariwisatanya.
Dalam gelaran Flavours of Malaysia 2026, pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan khas Malaysia yang selama ini dikenal luas oleh wisatawan mancanegara. Di antaranya adalah nasi lemak, satay, roti canai, dan char kway teow.
Nasi lemak menjadi salah satu menu yang paling identik dengan Malaysia. Hidangan ini kerap ditemukan di berbagai daerah dan menjadi pilihan makanan yang populer di kalangan masyarakat setempat. Selain itu, ada pula satay yang menawarkan cita rasa khas melalui perpaduan daging bakar dan bumbu yang kaya rempah.
Pengunjung juga dapat mencicipi roti canai, salah satu hidangan yang banyak dijumpai di Malaysia, serta char kway teow yang dikenal sebagai menu berbahan dasar kwetiau dengan cita rasa khas.
Baca Juga: Kopitiam Murni 99, Spot Kuliner 24 Jam di Jambi dengan Cita Rasa Autentik
Tidak hanya itu, Flavours of Malaysia 2026 juga memperkenalkan aneka hidangan dari berbagai wilayah di Malaysia, termasuk Penang, Sabah, dan Sarawak. Kehadiran menu dari berbagai daerah ini menunjukkan keberagaman kuliner yang dimiliki Malaysia.
Mohd Amirul Rizal menjelaskan bahwa kekayaan kuliner Malaysia tidak lepas dari karakter negaranya yang multietnis. Perpaduan budaya Melayu, Tionghoa, India, dan komunitas lokal lainnya telah melahirkan ragam makanan dengan karakter dan cita rasa yang beragam.
Menurut Tourism Malaysia, keberagaman tersebut menjadi salah satu daya tarik utama yang dapat dinikmati wisatawan saat berkunjung ke Malaysia. Melalui makanan, wisatawan tidak hanya mencicipi hidangan khas, tetapi juga mengenal sejarah dan budaya yang membentuk masyarakat Malaysia hingga saat ini.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dan Malaysia yang selama ini telah terjalin melalui berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata. Tourism Malaysia melihat kedekatan hubungan kedua negara sebagai peluang untuk memperkuat promosi berbasis people-to-people.
Kuliner dipilih karena menjadi pengalaman yang dapat dinikmati semua kalangan dan mudah diterima oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.
Melalui Flavours of Malaysia 2026, Tourism Malaysia ingin menampilkan wajah pariwisata Malaysia yang lebih menyeluruh. Tidak hanya menonjolkan destinasi wisata, tetapi juga budaya, tradisi, dan cita rasa yang menjadi bagian dari identitas Negeri Jiran.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat Indonesia dapat mengenal Malaysia lebih dekat melalui pengalaman kuliner yang autentik sebelum berkunjung langsung ke negara tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
7 Cushion Tahan Lama untuk Makeup Flawless saat Nobar Piala Dunia 2026 menurut Review
-
5 Clay Mask untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Ampuh Angkat Kotoran dan Mudah Dibilas
-
5 Two Way Cake yang Anti Dempul Menurut Ulasan Pembeli: Coverage Bagus, Menahan Minyak, dan Awet
-
9 Jadwal Piala Dunia 14-15 Juni 2026 sesuai WIB, Ada Belanda vs Jepang
-
Rahasia Kulit Mulus Tanpa Ribet: Perawatan IPL Kini Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah
-
Bagaimana Cara Nonton Piala Dunia 2026 di FolaPlay? Ini Panduan untuk Warga Indonesia
-
Body Cologne Tahan Berapa Lama? Kenali Perbedaannya dengan Parfum
-
Dari MRT hingga Coffee Shop, Photobox Interaktif Kian Jadi Tren Bagi Gen Z di Ruang Publik
-
Kenapa Malam 1 Suro Tidak Boleh Keluar Rumah? Ini Asal-Usul Larangannya
-
Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna