- Umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah pada 1 Muharram untuk melakukan muhasabah diri sebagai bentuk refleksi awal tahun.
- Buya Yahya menyarankan umat Islam untuk memperbanyak puasa sunnah serta berzikir sebagai amalan utama di bulan Muharram.
- Gus Baha menganjurkan pelaksanaan salat tasbih empat rakaat untuk memohon pengampunan atas dosa lama maupun dosa baru.
Suara.com - Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan melakukan muhasabah diri. Tak sedikit yang mencari amalan 1 Muharram yang dapat dikerjakan untuk mengawali tahun baru dengan berbagai kebaikan.
Dalam Islam, tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan hanya karena bertepatan dengan 1 Muharram. Namun, sejumlah ulama Indonesia menganjurkan umat Islam memperbanyak amal saleh karena Muharram termasuk salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT.
Dua ulama yang kerap memberikan penjelasan terkait amalan Muharram adalah Buya Yahya dan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. Keduanya menekankan pentingnya memperbanyak ibadah, meski dengan pendekatan yang berbeda.
Memperbanyak Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Pengasuh LPD Al Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan bahwa amalan paling utama yang memiliki dasar kuat dalam hadis adalah memperbanyak puasa sunnah selama bulan Muharram.
"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram," kata Buya Yahya dilansir dari Youtube Buya Yahya, Minggu (14/6/2026).
Karena itu, Buya Yahya mengajak umat Islam untuk memanfaatkan bulan Muharram dengan memperbanyak puasa sunnah.
"Puasa yang paling bagus setelah bulan Ramadan adalah bulan Muharram secara utuh. Ini sudah cukup," kata Buya Yahya.
Menurutnya, umat Islam tidak perlu bingung mencari amalan-amalan yang tidak memiliki dasar jelas apabila sudah mampu menjalankan amalan yang dianjurkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, hingga Waktu Terbaik Membacanya
"Adapun soal membaca Ayat Kursi dan sebagainya, kalau ada orang mengatakan, 'Wahai santriku bacalah Yasin 16 kali', itu nggak ada masalah," ujar Buya Yahya.
Karena itu, umat Islam dapat mengisi malam dan hari 1 Muharram dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an, berzikir, bershalawat, maupun memperbanyak doa.
Melaksanakan Salat Tasbih Menurut Gus Baha
Sementara itu, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menyebut salah satu amalan yang dapat dilakukan saat memasuki 1 Muharram atau 1 Suro adalah salat tasbih yang disertai wirid tasbih.
Dalam buku Islam Santuy Ala Gus Baha, ia menjelaskan bahwa amalan tersebut memiliki dasar dari hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA.
"Ini ada ibadah yang menghapus dosa tetapi bentuk wiridnya itu tasbih. Tidak ada istighfarnya," kata Gus Baha.
Gus Baha kemudian mengutip hadis Nabi Muhammad SAW kepada Abbas bin Abdul Muthalib:
Berita Terkait
-
Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, hingga Waktu Terbaik Membacanya
-
Kapan 1 Muharram 1448 H? Ini Tanggal Pastinya Versi Kemenag, Muhammadiyah, dan NU
-
Puasa Asyura Berapa Hari? Ini Jadwal serta Bacaan Niatnya dalam Arab dan Latin
-
Apakah Senin 15 juni 2026 Libur Cuti Bersama? Hari Kejepit, Ini Putusan SKB 3 Menteri
-
1 Muharram 1448 Hijriah Jatuh pada Tanggal Berapa? Cek Kalender Tahun Baru Islam 2026
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123