Lifestyle / Komunitas
Minggu, 14 Juni 2026 | 16:15 WIB
Ilustrasi amalan 1 muharram
Baca 10 detik
  • Umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah pada 1 Muharram untuk melakukan muhasabah diri sebagai bentuk refleksi awal tahun.
  • Buya Yahya menyarankan umat Islam untuk memperbanyak puasa sunnah serta berzikir sebagai amalan utama di bulan Muharram.
  • Gus Baha menganjurkan pelaksanaan salat tasbih empat rakaat untuk memohon pengampunan atas dosa lama maupun dosa baru.

"Maukah kamu saya kasih? Maukah kamu saya anugerahi? Apakah kamu tidak senang jika engkau melakukannya, Allah akan mengampuni dosamu, awalnya, akhirnya, yang lama, yang baru, yang tanpa disengaja maupun yang terang-terangan? Engkau shalat empat rakaat, di setiap rakaat membaca Al Fatihah dan satu surat."

Menurut Gus Baha, hadis tersebut menjadi dasar pelaksanaan salat tasbih yang telah lama diamalkan para ulama.

Tata Cara Salat Tasbih yang Dijelaskan Gus Baha

Gus Baha menjelaskan bahwa setelah membaca Surah Al-Fatihah dan surat pendek dalam posisi berdiri, seseorang membaca tasbih berikut sebanyak 15 kali:

Subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar.

Setelah itu bacaan tasbih diulang pada setiap gerakan salat hingga jumlah keseluruhannya mencapai 75 kali dalam satu rakaat.

Rinciannya sebagai berikut:

1. Setelah membaca surat dalam posisi berdiri: 15 kali.
2. Saat rukuk: 10 kali.
3. Setelah bangun dari rukuk: 10 kali.
4. Saat sujud pertama: 10 kali.
5. Duduk di antara dua sujud: 10 kali.
6. Saat sujud kedua: 10 kali.
7. Duduk setelah sujud kedua sebelum berdiri: 10 kali.
Total bacaan tasbih dalam satu rakaat mencapai 75 kali dan dilakukan selama empat rakaat.

Menurut penjelasan Gus Baha, salat tasbih memiliki keutamaan besar karena mengandung doa pengampunan dosa yang sangat luas.

Baca Juga: Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, hingga Waktu Terbaik Membacanya

"Awwalu wa akhiru, qadimahu wa haditsahu, sirrahu wa alaniyatahu. Kiai-kiai itu mengajarkan," jelas Gus Baha.
Ia menerangkan bahwa amalan tersebut berkaitan dengan pengampunan dosa yang telah lalu maupun yang baru dilakukan, baik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan.

Selain berbagai ibadah di atas, para ulama juga mengingatkan bahwa inti dari pergantian tahun Hijriah adalah muhasabah atau evaluasi diri. Umat Islam dianjurkan meninjau kembali perjalanan hidup selama setahun terakhir, memperbanyak taubat, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan menyusun target ibadah yang lebih baik pada tahun yang baru.

Dengan demikian, amalan 1 Muharram tidak harus berupa ritual tertentu. Memperbanyak puasa, zikir, membaca Al-Qur'an, salat tasbih, bersedekah, dan melakukan muhasabah merupakan sejumlah amalan yang dapat mengisi awal Tahun Baru Islam dengan berbagai kebaikan.

Load More