Lifestyle / Komunitas
Kamis, 02 Juli 2026 | 20:15 WIB
ilustrasi sunscreen (magnific/rawpixel.com)
Baca 10 detik
  • Studi 18 Juni di PLOS Digital Health menganalisis 971 video TikTok terkait penggunaan sunscreen di internet.
  • Informasi menyesatkan tentang sunscreen di TikTok meraih keterlibatan lebih tinggi dibandingkan konten edukasi kesehatan yang akurat.
  • Dampak penyebaran mitos tersebut berisiko membuat masyarakat enggan menggunakan sunscreen sehingga meningkatkan ancaman kanker kulit berbahaya.

Jika tabir surya hanya dianggap sebagai produk anti-penuaan, orang mungkin menganggapnya tidak relevan bagi mereka.

Memahami bahwa sunscreen juga membantu melindungi dari kerusakan UV jangka panjang dan mengurangi risiko kanker kulit memberi orang alasan yang jauh lebih kuat untuk menjadikannya bagian dari rutinitas harian mereka.

Apa yang Anda harapkan lebih banyak orang ketahui tentang keselamatan dari sinar matahari?

Banwell menjelaskan bahwa kebiasaan yang kita kembangkan saat masih muda seringkali tetap bersama kita hingga dewasa. Kita juga tahu bahwa kerusakan akibat sinar matahari menumpuk seiring waktu, dan sengatan matahari di masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko kanker kulit di kemudian hari.

Semakin dini kita dapat mendidik anak-anak dan remaja tentang keselamatan dari sinar matahari, semakin baik. Idealnya, memakai tabir surya harus menjadi rutinitas seperti menyikat gigi.

Kabar terbaru ini mengingatkan kita bahwa para profesional kesehatan, merek, dan kreator semuanya memiliki peran penting dalam membuat informasi yang akurat mudah diakses dan menarik.

Sunscreen bukan tentang menghindari aktivitas di luar ruangan atau hidup dalam ketakutan terhadap matahari. Ini tentang menikmati matahari dengan bijak sambil melindungi kulit Anda untuk jangka panjang.

Load More