- Masyarakat Indonesia sering mengalami masalah rambut akibat iklim tropis, polusi, serta kebiasaan menata rambut yang kurang tepat.
- Schwarzkopf meluncurkan rangkaian produk Extra Care di Indonesia dengan pendekatan sains untuk mengatasi permasalahan rambut yang spesifik.
- Konsumen didorong melakukan pemeriksaan kondisi rambut agar mendapatkan solusi perawatan personal yang efektif sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Suara.com - Rambut rontok, kulit kepala berminyak, rambut kering dan kusut, hingga kerusakan akibat penggunaan alat styling masih menjadi keluhan yang paling sering dialami masyarakat Indonesia.
Kondisi iklim tropis yang panas dan lembap, paparan sinar matahari, polusi, hingga kebiasaan menata rambut setiap hari menjadi beberapa faktor yang membuat kesehatan rambut dan kulit kepala mudah terganggu.
Meski demikian, tidak sedikit orang yang memilih produk perawatan rambut hanya karena sedang viral atau berdasarkan rekomendasi orang lain. Padahal, kondisi rambut setiap individu berbeda sehingga solusi yang efektif belum tentu sama bagi semua orang.
Menurut Matthew Lim, Business Development Manager Schwarzkopf di Henkel, langkah pertama dalam merawat rambut justru dimulai dari mengenali kondisi rambut dan kulit kepala masing-masing.
"Setiap individu memiliki kondisi rambut dan kulit kepala yang unik. Melalui Schwarzkopf Extra Care, kami ingin mendorong pendekatan perawatan rambut yang lebih personal, membantu konsumen menemukan solusi yang paling sesuai dengan masalah rambut spesifik mereka," ujar Matthew Lim.
Pendekatan personal ini menjadi semakin penting karena setiap permasalahan memiliki penyebab yang berbeda. Rambut rontok, misalnya, dapat dipicu oleh lemahnya akar rambut, stres, perubahan hormon, maupun pola hidup.
Sementara itu, kulit kepala berminyak umumnya dipengaruhi produksi sebum yang berlebihan, terutama pada masyarakat yang tinggal di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia.
Di sisi lain, rambut kering dan kusut sering kali muncul akibat berkurangnya kelembapan alami rambut. Kebiasaan menggunakan catokan, pengeriting, hair dryer, hingga paparan sinar matahari tanpa perlindungan dapat merusak lapisan pelindung rambut sehingga rambut menjadi kasar, mudah patah, dan kehilangan kilaunya.
Melihat beragam kebutuhan tersebut, Schwarzkopf memperkenalkan rangkaian Extra Care di Indonesia dengan pendekatan perawatan berbasis sains.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Sampo Penumbuh Rambut Cepat di Indomaret, Mulai Rp30 Ribuan
Produk ini dikembangkan oleh tim riset dan pengembangan global Schwarzkopf untuk menjawab berbagai kondisi rambut dan kulit kepala yang berbeda.
Salah satu variannya adalah Extra Care Anti Hair Loss yang diformulasikan dengan Tri-Combo Revitalizing Tech, mengandung Carnitine Tartrate, Coneflower Extract, dan Taurine.
Formula tersebut dirancang untuk membantu memperkuat akar rambut, meningkatkan kualitas folikel, serta mengurangi kerontokan secara bertahap.
Rangkaian ini tersedia dalam bentuk sampo dan serum sehingga perawatan dapat dilakukan mulai dari kulit kepala hingga batang rambut.
Bagi pemilik kulit kepala berminyak yang sering disertai rasa gatal, tersedia varian Extra Care Ginger Essence. Kandungan ekstrak jahe di dalamnya diformulasikan untuk membantu membersihkan kulit kepala, mengontrol produksi minyak berlebih, sekaligus menjaga keseimbangan kelembapan alaminya.
Sementara itu, untuk rambut yang kering, kusut, dan sulit diatur, Schwarzkopf menghadirkan Extra Care Moist Recovery. Diperkaya dengan seaweed, aloe vera, hyaluronic acid, serta teknologi Bio-Restore Tech, varian ini dirancang untuk memberikan hidrasi lebih mendalam sekaligus membantu memperbaiki struktur rambut agar terasa lebih lembut, halus, dan berkilau.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pemerintah Mulai Genjot Digitalisasi, Pengadaan Barang dan Jasa Bakal Berubah Total
-
UMKM Desa Dibidik Naik Kelas dengan Energi CNG
-
Ribuan Warga Padati Halaman Kantor Gubernur, Bersholawat dan Doa Bersama untuk Korban Bencana NTT
-
BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT
-
Kos di Tebet Terbakar Dini Hari: 4 Orang Tewas, Pemicu Korsleting Mesin Fotokopi
-
Polisi Selidiki Bentrokan Berdarah Kelompok Perguruan Silat di Rejotangan Tulungagung
-
Anime ONE PIECE Resmi Umumkan Dua Film Baru yang Tayang pada 2027 dan 2029
-
Harga Emas di Pegadaian 24 Agustus Kompak Meroket
-
17 Pesawat dan 1.500 Prajurit Tambahan Dikerahkan Tangani Karhutla Kalimantan
-
IHSG Diborong Asing, Cek Saham-saham Rekomendasi Pengamat Hari Ini