Lifestyle / Komunitas
Senin, 20 Juli 2026 | 11:30 WIB
Ilustrasi menghitung neptu weton jodoh [AI]
Baca 10 detik
  • Masyarakat Jawa menggunakan perhitungan neptu weton sebagai tradisi budaya untuk memprediksi kecocokan jodoh sebelum melangsungkan sebuah pernikahan.
  • Perhitungan dilakukan dengan menjumlahkan nilai hari dan pasaran kedua pasangan, lalu dibagi tujuh untuk melihat tafsirnya.
  • Weton merupakan warisan budaya dan kearifan lokal, bukan metode mutlak untuk menentukan keberhasilan atau takdir rumah tangga.

Suara.com - Cara menghitung neptu weton jodoh masih menjadi tradisi yang dilakukan sebagian masyarakat Jawa sebelum melangsungkan pernikahan. Perhitungan ini dipercaya dapat memberikan gambaran mengenai kecocokan pasangan berdasarkan nilai hari lahir atau neptu dalam kalender Jawa.

Meski demikian, penting dipahami bahwa perhitungan weton merupakan warisan budaya, bukan metode ilmiah untuk menentukan keberhasilan sebuah rumah tangga.

Dalam praktiknya, banyak keluarga Jawa yang tetap menghitung weton sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan tradisi leluhur, sementara keputusan menikah tetap didasarkan pada kesiapan, komunikasi, komitmen, dan restu keluarga.

Menurut penelitian N. Karjanto dan F. Beauducel dalam An Ethnoarithmetic Excursion into the Javanese Calendar, kalender Jawa merupakan sistem penanggalan yang memadukan unsur kalender Saka, Islam, dan Gregorian.

Di dalamnya terdapat siklus wetonan selama 35 hari yang hingga kini masih digunakan dalam berbagai tradisi budaya, termasuk penentuan hari baik dan perhitungan jodoh.

Apa Itu Neptu?

Neptu adalah nilai angka yang melekat pada setiap hari dan pasaran dalam kalender Jawa. Nilai tersebut menjadi dasar berbagai perhitungan dalam Primbon Jawa, seperti menentukan hari baik, menghitung kecocokan jodoh, hingga memilih waktu penyelenggaraan hajatan.

Dalam budaya Jawa, weton merupakan gabungan antara hari lahir (Senin hingga Minggu) dengan lima hari pasaran Jawa, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kombinasi keduanya menghasilkan nilai neptu yang dipercaya memiliki makna simbolis dalam tradisi.

Hingga saat ini, perhitungan weton masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat Jawa karena dianggap sebagai bagian dari identitas budaya dan kearifan lokal.

Baca Juga: 6 Weton yang Berpotensi Kaya Raya, Sukses dan Hoki Sepanjang Hidup

Penelitian dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengenai praktik perjodohan di Kotagede menunjukkan bahwa penggunaan weton dalam menentukan kecocokan pasangan lebih dipahami sebagai landasan sosio-kultural yang diwariskan antargenerasi daripada aturan yang bersifat mutlak.

Dalam kehidupan sehari-hari, perhitungan weton juga kerap digunakan untuk:

  • Menentukan hari baik pernikahan.
  • Menentukan waktu pindah rumah.
  • Memulai usaha.
  • Menggelar hajatan adat.
  • Menjadi pertimbangan dalam proses perjodohan keluarga.

Daftar Nilai Neptu Hari dan Pasaran

Sebelum menghitung kecocokan jodoh, ketahui terlebih dahulu nilai neptu setiap hari dan pasaran.

Neptu Hari
Minggu = 5
Senin = 4
Selasa = 3
Rabu = 7
Kamis = 8
Jumat = 6
Sabtu = 9

Neptu Pasaran
Legi = 5
Pahing = 9
Pon = 7
Wage = 4
Kliwon = 8

Cara Menghitung Neptu Weton Jodoh

Perhitungan neptu weton jodoh dilakukan melalui beberapa langkah sederhana.

Load More