- Masyarakat Jawa menggunakan perhitungan neptu weton sebagai tradisi budaya untuk memprediksi kecocokan jodoh sebelum melangsungkan sebuah pernikahan.
- Perhitungan dilakukan dengan menjumlahkan nilai hari dan pasaran kedua pasangan, lalu dibagi tujuh untuk melihat tafsirnya.
- Weton merupakan warisan budaya dan kearifan lokal, bukan metode mutlak untuk menentukan keberhasilan atau takdir rumah tangga.
1. Hitung neptu masing-masing pasangan
Jumlahkan nilai hari lahir dan pasaran masing-masing.
Contoh:
Pria lahir Senin Legi
Senin = 4
Legi = 5
Total neptu = 9
Wanita lahir Jumat Kliwon
Jumat = 6
Kliwon = 8
Total neptu = 14
2. Jumlahkan kedua neptu
9 + 14 = 23
3. Bagi hasilnya dengan angka 7
Setelah mendapatkan jumlah neptu pasangan, bagi angka tersebut dengan 7.
Contoh:
Baca Juga: 6 Weton yang Berpotensi Kaya Raya, Sukses dan Hoki Sepanjang Hidup
23 ÷ 7 = 3 sisa 2
Karena sisanya 2, maka pasangan tersebut masuk dalam kategori Tunggak Semi menurut tafsir Primbon Jawa.
Arti Hasil Perhitungan Neptu Weton Jodoh
Setelah mengetahui sisa pembagian, cocokkan dengan tafsir berikut.
Sisa 1: Wasesa Segara
Pasangan dengan sisa angka 1 dipercaya memiliki sifat luhur, mudah memaafkan, berwibawa, serta mampu bersikap lapang dada dalam menghadapi berbagai persoalan rumah tangga.
Sisa 2: Tunggak Semi
Sisa angka 2 melambangkan Tunggak Semi. Pasangan dipercaya akan memperoleh rezeki yang baik dan kehidupan rumah tangga yang terus berkembang.
Sisa 3: Satria Wibawa
Apabila hasil pembagian menyisakan angka 3, pasangan termasuk kategori Satria Wibawa. Dalam Primbon Jawa, pasangan ini dipercaya memiliki kehormatan, kewibawaan, dan disegani oleh keluarga maupun masyarakat.
Sisa 4: Sumur Sinaba
Sisa angka 4 disebut Sumur Sinaba, yakni pasangan yang dipercaya memiliki pengetahuan luas, kebijaksanaan, serta sering dimintai pendapat oleh orang lain.
Sisa 5: Satria Wirang
Pasangan dengan sisa angka 5 masuk kategori Satria Wirang. Tafsir ini menggambarkan rumah tangga yang diperkirakan akan menghadapi lebih banyak cobaan, rasa malu, atau kesulitan sehingga membutuhkan kesabaran dan keteguhan.
Sisa 6: Bumi Kepetak
Jika sisa pembagian adalah 6, pasangan disebut Bumi Kepetak. Mereka dipercaya memiliki daya juang tinggi, tahan menghadapi kesulitan hidup, rajin bekerja, dan menjaga kebersihan.
Sisa 0: Lebu Ketiup Angin
Apabila jumlah neptu habis dibagi 7 sehingga tidak memiliki sisa, pasangan masuk kategori Lebu Ketiup Angin. Dalam tafsir Primbon Jawa, pasangan ini dipercaya akan lebih sering menghadapi tantangan hidup, keinginan yang belum tentu tercapai, serta kemungkinan mengalami banyak perubahan, termasuk berpindah tempat tinggal.
Dalam pandangan budaya Jawa, perhitungan weton dimaksudkan sebagai sarana kehati-hatian dan pertimbangan sebelum mengambil keputusan penting. Namun, hasil hitungan tersebut tidak dipahami sebagai penentu takdir yang mutlak.
Falsafah Jawa sendiri menekankan keseimbangan antara ikhtiar manusia dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Weton lebih dipandang sebagai alat refleksi terhadap potensi dan kehati-hatian, bukan sebagai penentu masa depan seseorang.
Karena itu, dalam konteks kehidupan modern, menghitung neptu weton jodoh dapat menjadi cara untuk mengenal dan melestarikan warisan budaya Jawa. Sementara itu, keharmonisan rumah tangga tetap ditentukan oleh komunikasi yang baik, saling menghormati, komitmen, kesiapan emosional, serta kemampuan pasangan menyelesaikan persoalan bersama.
Berita Terkait
-
Apa Itu Weton Tulang Wangi? Ini Ciri dan Keistimewaannya
-
Weton Kamis Pahing Tibo Lungguh Artinya Apa? 9 Juli 2026 Bakal Dihujani Keberuntungan
-
6 Weton yang Berpotensi Kaya Raya, Sukses dan Hoki Sepanjang Hidup
-
5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa
-
5 Weton yang Dipercaya Jadi Incaran Sengkolo pada Malam 1 Suro, Waspada Akan Sial
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Seminggu Ditinggal Temon, Abdel Akui Kenangan Lucu Kini Jadi Pengobat Rindu
-
Rival Fronx Harga Setara S-Presso Bekas, Pesona Wuling Alvez Manual Bikin Naksir
-
Khawatir Keselamatan, Banyak Siswa Pindah Sekolah usai Gedung SDN Kebayoran Lama 09 Pagi Roboh
-
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula saat Slow Jogging
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Tawa dan Tangis dalam Film Foufo: Dari Kampung Rongsok ke Luar Angkasa
-
Ketika Semua Orang Dipaksa Jualan: Membaca Fenomena Ledakan UMKM
-
Kulit Sawo Matang Pakai Cushion Warna Apa? Ini 5 Shade Paling Cocok agar Tidak Abu-Abu
-
3 Serum Niacinamide TXA Lokal yang Ampuh Pudarkan Noda Hitam Bekas Jerawat
-
RUU Perampasan Aset Tetap Dibahas Selama Reses, Komisi III Dapat Lampu Hijau