Lifestyle / Komunitas
Senin, 20 Juli 2026 | 17:43 WIB
ilustrasi jam tangan branded (freepik/freepic.diller)
Baca 10 detik
  • Jam tangan quartz mengandalkan baterai untuk akurasi tinggi dan kepraktisan.
  • Jam tangan automatic menggunakan mesin mekanis yang digerakkan oleh gerakan tangan.
  • Kedua jenis jam tangan memiliki perbedaan mekanisme, kebutuhan perawatan, serta nilai seni yang memengaruhi harga jual di pasaran.

Suara.com - Jam tangan bukan lagi sekadar penunjuk waktu, melainkan bagian dari gaya hidup dan pelengkap penampilan sehari-apa bagi pria maupun wanita.

Di pasaran, ada dua jenis jam tangan yang populer yakni "Quartz" dan "Automatic".

Meskipun tampak serupa dari luar, kedua sistem penggerak atau movement ini memiliki mekanisme kerja, tingkat akurasi, serta karakter pengguna yang sangat berbeda.

Memahami karakteristik masing-masing akan membantu Anda menemukan penunjuk waktu yang paling sesuai dengan kebutuhan harian.

1. Sumber Energi Utama

Jam tangan quartz mengandalkan daya baterai sebagai sumber energi utama untuk menggerakkan jarum jam secara konsisten.

Baterai ini menyalurkan listrik ke kristal kuarsa kecil sehingga menghasilkan getaran yang stabil.

Sebaliknya, jam tangan automatic murni menggunakan energi mekanis tanpa bantuan baterai sama sekali.

Energi ini dihasilkan dari rotor yang berputar mengikuti gerakan alami pergelangan tangan pemakainya.

Baca Juga: 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli

2. Tingkat Akurasi Waktu

Sistem quartz dikenal memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi dan stabil dalam jangka panjang.

Penyimpangan waktunya sangat minim, biasanya hanya berkisar beberapa detik saja dalam kurun waktu satu bulan.

Sementara itu, tipe automatic memiliki toleransi deviasi waktu yang sedikit lebih besar setiap harinya.

Hal ini wajar terjadi karena kinerjanya dipengaruhi oleh gravitasi, suhu, serta intensitas gerakan tangan pengguna.

3. Pergerakan Jarum Detik

Load More