- Pelari dapat melakukan pendinginan, peregangan, dan menggunakan foam roller untuk mengurangi ketegangan serta melenturkan otot kaki setelah berolahraga.
- Teknik mengangkat kaki ke dinding serta kompres air dingin membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan peradangan pada jaringan otot.
- Pemenuhan hidrasi dan asupan nutrisi protein atau karbohidrat segera setelah berlari penting untuk mempercepat proses pemulihan otot tubuh.
Suara.com - Rasa nyeri atau pegal pada area kaki bisa muncul setelah menyelesaikan sesi olahraga lari, baik bagi pemula maupun pelari berpengalaman.
Penanganan yang tepat usai berolahraga sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan otot jaringan kaki secara efektif.
Melakukan perawatan pascalari yang benar dapat mencegah risiko cedera lanjutan serta menjaga kebugaran tubuh harian.
Berikut adalah beberapa cara agar kaki tidak sakit setelah lari yang mudah diterapkan oleh para pegiat olahraga harian.
1. Melakukan Pendinginan dan Peregangan Ringan
Jangan langsung berhenti total sesaat setelah Anda menyentuh garis finis atau menyelesaikan target jarak lari. Lakukan jalan santai selama lima hingga sepuluh menit untuk menurunkan detak jantung secara bertahap.
Lanjutkan dengan peregangan statis pada otot betis, paha, dan telapak kaki untuk mengurai ketegangan jaringan otot.
Aktivitas ini efektif membantu memperlancar sirkulasi darah serta mencegah penumpukan asam laktat yang memicu rasa nyeri.
2. Mengangkat Kaki ke Dinding (Legs Up the Wall)
Baca Juga: 4 Sepatu Lari Anak Terbaik Berdasarkan Review Pengguna, Ringan dan Super Nyaman
Teknik menyandarkan kedua kaki ke dinding secara vertikal sangat ampuh mengurangi pembengkakan pada area tungkai bawah. Anda cukup berbaring telentang di atas matras dan meluruskan posisi kaki ke atas menempel pada dinding.
Lakukan posisi rileks ini selama 10 hingga 15 menit setelah sesi pendinginan selesai dilakukan. Gaya gravitasi akan membantu mengalirkan penumpukan cairan limfa serta darah kotor kembali menuju area jantung.
3. Mengompres dengan Air Dingin atau Es
Suhu dingin bekerja sangat efektif dalam meredakan peradangan mikro yang terjadi pada serat otot pascaolahraga berat. Anda bisa menempelkan kantong es yang dibalut kain lembut pada bagian kaki yang terasa paling nyeri.
Opsi lainnya adalah merendam area betis hingga telapak kaki ke dalam ember berisi air dingin selama sepuluh menit.
Metode ini membantu mengecilkan pembuluh darah sementara sehingga rasa nyeri dan pembengkakan berkurang drastis.
Berita Terkait
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih
-
Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?
-
Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen
-
Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara
-
PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
-
Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears
-
Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen
-
Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli
-
Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?
-
Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?