Lifestyle / Komunitas
Selasa, 21 Juli 2026 | 16:36 WIB
Ilustrasi sepeda gunung atau MTB [Freepik]
Baca 10 detik
    • Pengukuran panjang inseam memberi acuan ukuran frame lebih akurat dibanding tinggi badan.
    • Sisa ruang standover height krusial untuk keamanan saat turun di medan ekstrem.
    • Ukuran frame yang tepat mencegah cedera otot punggung serta mengoptimalkan kayuhan.

Suara.com - Memilih ukuran frame atau rangka sepeda gunung (mountain bike) yang tepat merupakan langkah paling krusial sebelum memutuskan untuk membelinya.

Ukuran rangka yang pas akan memberikan kontrol maksimal saat melintasi jalur bergelombang serta mencegah risiko cedera otot.

Banyak pesepeda pemula hanya berfokus pada desain atau ukuran roda saat memilih kendaraan untuk menjelajah alam.

Padahal, ketidaksesuaian ukuran frame dapat menyebabkan rasa pegal luar biasa pada area punggung dan lutut.

Berikut adalah panduan lengkap mengenai tips memilih ukuran frame sepeda gunung yang pas agar pengalaman bersepeda Anda lebih maksimal.

1. Gunakan Tabel Tinggi Badan sebagai Referensi Awal

Cara termudah untuk menentukan ukuran frame adalah dengan merujuk pada tinggi badan Anda. Produsen sepeda biasanya memberikan panduan ukuran dalam bentuk S (Small), M (Medium), L (Large), hingga XL.

Meskipun setiap merek memiliki standar yang sedikit berbeda, berikut adalah acuan umum:

Tinggi 150 cm – 165 cm: Frame S (13 - 15 inci)

Baca Juga: 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian

Tinggi 165 cm – 175 cm: Frame M (16 - 18 inci)

Tinggi 175 cm – 185 cm: Frame L (19 - 20 inci)

Tinggi di atas 185 cm: Frame XL (21 inci ke atas)

Catatan: Selalu cek situs resmi produsen sepeda yang ingin Anda beli, karena geometri tiap merek (seperti Polygon, United, Specialized, atau Giant) bisa berbeda.

2. Ukur Inseam (Panjang Kaki Bagian Dalam)

Tinggi badan saja terkadang menipu karena ada orang yang memiliki torso panjang namun kaki pendek, atau sebaliknya. Oleh karena itu, mengukur inseam sangatlah penting.

Load More