Lifestyle / Komunitas
Kamis, 23 Juli 2026 | 20:27 WIB
Anak belajar STEM. (Dok. MR.D.I.Y)
Baca 10 detik
  • Hertha Christabelle Hambalie menyatakan pembelajaran berbasis STEM meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kepercayaan diri anak.
  • MR.D.I.Y. Indonesia menggelar roadshow STEM Kit pada Juli 2026 untuk menjangkau ribuan anak di berbagai kota.
  • Program edukasi interaktif tersebut bertujuan memperluas akses belajar langsung guna menumbuhkan minat inovasi generasi masa depan.

Suara.com - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kemampuan akademik saja dinilai tidak lagi cukup untuk membekali anak menghadapi masa depan. Anak juga perlu dibiasakan berpikir kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah, dan berani bereksperimen.

Salah satu pendekatan yang dinilai efektif untuk mengembangkan keterampilan tersebut adalah pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat pentingnya memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melalui pengalaman langsung, bukan hanya menghafal teori di dalam kelas.

Melalui aktivitas yang interaktif dan menyenangkan, anak dapat mengeksplorasi berbagai konsep sains sekaligus melatih rasa ingin tahu serta kemampuan berpikir logis.

Psikolog Klinis sekaligus Play Therapist, Hertha Christabelle Hambalie, M.Psi., Psikolog, mengatakan bermain merupakan cara alami anak memahami dunia.

Karena itu, aktivitas belajar yang dikemas dalam bentuk permainan berbasis STEM dapat memberikan stimulasi yang kaya bagi perkembangan mereka.

"Bermain adalah cara anak memahami dunia. Aktivitas belajar sambil bermain melalui praktik STEM memberikan stimulasi yang kaya untuk membangun konsistensi, sikap pantang menyerah, dan kepercayaan diri anak. Nilai yang dihadirkan tidak hanya sebatas aktivitas edukatif, tetapi juga menjadi pengalaman yang dapat dibagikan bersama keluarga sehingga anak dapat belajar dengan menyenangkan dan tumbuh mencintai proses belajar," ujar Hertha.

Menurutnya, kegiatan STEM tidak hanya melatih kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, tetapi juga membantu anak mengembangkan kreativitas, ketelitian, hingga kemampuan bekerja sama.

Saat anak berhasil menyelesaikan sebuah tantangan atau menciptakan sesuatu melalui usahanya sendiri, mereka juga belajar membangun rasa percaya diri.

Baca Juga: BRI Peduli Peringati Hari Anak Nasional Lewat Kegiatan Edukatif di Enam Sekolah

Hertha menambahkan, keterlibatan orang tua dalam aktivitas STEM turut memberikan manfaat yang tidak kalah penting. Momen bereksplorasi bersama dapat mempererat hubungan emosional sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antara orang tua dan anak.

"Anak belajar untuk sabar, bereksplorasi, berusaha, serta membangun komitmen dan konsistensi tanpa mudah menyerah. Pengalaman tersebut membantu anak mengembangkan kemampuan beradaptasi, menjadi lebih tangguh, dan membangun rasa bangga terhadap dirinya sendiri karena berhasil menciptakan sesuatu melalui usahanya," jelasnya.

Kesadaran akan pentingnya pembelajaran STEM juga mendorong berbagai pihak menghadirkan program edukasi yang lebih mudah diakses masyarakat.

Salah satunya dilakukan MR.D.I.Y. Indonesia melalui program "Menginspirasi Generasi Inovator" yang pada peringatan Hari Anak Nasional tahun ini diperluas jangkauannya ke sejumlah kota.

Sepanjang Juli 2026, program roadshow STEM Kit tersebut menargetkan lebih dari 8.600 anak di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Banyumas. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar interaktif melalui eksperimen sederhana yang dirancang sesuai usia anak.

Di Jakarta, program dilaksanakan bekerja sama dengan Indonesia Mengajar dan digelar di sejumlah ruang publik seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Jakarta, serta Tebet Eco Park. Sekitar 500 anak usia 6-15 tahun mengikuti berbagai aktivitas yang mengajak mereka belajar sains dengan cara yang menyenangkan.

Load More