-
Cara menghitung hari baik pernikahan kejawen menggunakan pembagi angka lima.
-
Hasil rumus cara menghitung hari baik pernikahan terbagi lima kategori.
-
Terapkan cara menghitung hari baik pernikahan dan hindari hari duka.
Suara.com - Dalam tradisi masyarakat Jawa, menentukan hari pernikahan tidak bisa dilakukan sembarangan.
Banyak pasangan yang masih memegang teguh perhitungan weton untuk mencari hari baik demi kelancaran acara pernikahan dan keberkahan rumah tangga di masa depan.
Praktisi spiritual Kejawen, Dewi Sundari, menjelaskan bahwa perhitungan weton ini merupakan bentuk ikhtiar agar pasangan mendapatkan keselamatan.
"Secara tradisional, pasangan pengantin Jawa biasanya akan mencari hari baik dulu sebelum memutuskan kapan akan menggelar pernikahan, yaitu dengan bertanya kepada sesepuh yang dituakan," ungkap Dewi Sundari dalam kanal YouTube miliknya, Pengasihan Kejawen Dewi Sundari.
Memahami 5 Kategori Hasil Hitungan
Sebelum menghitung, Anda perlu tahu bahwa dalam primbon Jawa, ada lima kategori hasil akhir yang menentukan nasib pernikahan tersebut:
- Sandang: Rezeki pakaian/kebutuhan dasar tercukupi. (Baik)
- Pangan: Rezeki makanan/nafkah lancar. (Baik)
- Papan: Rumah tangga stabil, mapan, dan tenteram. (Paling Baik)
- Loro: Sakit atau adanya cobaan dalam kesehatan/perasaan. (Kurang Baik)
- Pati: Kematian, baik itu dalam arti harfiah maupun mati rezekinya. (Tidak
Baik)
"Hitungan untuk pernikahan, hasil bacaannya ada lima, yaitu Sandang, Pangan, Papan, Loro, dan Pati," jelas Dewi Sundari.
Cara Menghitung Hari Baik Pernikahan
Rumus dasar yang digunakan dengan menjumlahkan (Neptu Mempelai Pria + Neptu Mempelai Wanita + Neptu Hari Pernikahan : 5).
Baca Juga: 11 Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG Mattelast untuk Bibir Gelap, Cuma Rp55 Ribuan Sepaket
Sebagai contoh, jika mempelai pria lahir pada Minggu Legi (Neptu 10) dan mempelai wanita lahir pada Senin Wage (Neptu 8), maka jumlah neptu pasangan adalah 18.
Jika mereka berencana menikah pada hari Jumat Legi (Neptu 11), maka hitungannya: (18 + 11) = 29. Kemudian 29 dibagi 5, hasilnya adalah 5 dengan sisa 4.
Sisa 4 jatuh pada kategori Loro. Maka, menurut Dewi Sundari, Jumat Legi bukan hari yang baik untuk pasangan ini.
Dewi Sundari menyarankan agar pasangan mencari hari yang menghasilkan sisa 3 agar jatuh pada kategori Papan.
"Untuk mencari hari yang paling baik, yang perlu kita dapatkan adalah hasil bacaan ketiga, yaitu Papan," tuturnya.
Bagi pasangan dengan neptu 18 tadi, mereka membutuhkan hari yang jika dijumlahkan kemudian dibagi 5, akan menyisakan angka 3. Angka yang cocok adalah hari dengan neptu 10 atau 15.
- Contoh Hari Neptu 10: Selasa Pon, Jumat Wage, atau Minggu Legi.
- Contoh Hari Neptu 15: Kamis Pon, Rabu Kliwon, atau Jumat Pahing.
Pantangan yang Harus Dihindari
Meskipun hasil hitungan menunjukkan kategori yang baik, ada satu hal penting yang tidak boleh dilupakan, yaitu menghindari hari kematian keluarga inti.
"Hindari hari kematian keluarga inti. Misalnya kakek atau nenek salah satu calon mempelai meninggal pada Jumat Wage, maka hindarilah Jumat Wage meskipun Jumat Wage termasuk hari yang hitungannya bagus bagi Anda," pungkas Dewi Sundari.
Berita Terkait
-
Di Mana Bisa Beli Tablet Murah dengan Garansi Resmi? Ini 5 Rekomendasinya Harga Rp1-2 Jutaan
-
Bedak Padat Pixy untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Cek Rekomendasi Shade Ini Biar Nggak Abu-abu
-
Bedak OMG untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Ini Rekomendasi Shade agar Tidak Abu-Abu
-
7 Tips Memilih Tablet Murah yang Tahan Lama dan Berkualitas, Jangan Cuma Lihat RAM
-
Seperti Apa Watak Weton Jumat Kliwon? Ini Sifat dan Keistimewaannya Menurut Primbon
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Korban Tewas KLM Nurul Salsa Bertambah, Dua Jenazah Perempuan Berhasil Diidentifikasi
-
Ramai Postingan Kurir "Ngelas", Ternyata Ini Maksud Sebenarnya
-
Agent Kim Reactivated: Saat Pertengkaran Remaja Sukses Guncang Dua Negara
-
Kasus Suap Muara Enim Makin Meluas, KPK Periksa Mantan Pj Bupati hingga Kepala Bappeda
-
Puncak Harlah PKB ke-28 Jadi Ajang Kumpul Elite Politik, Prabowo dan Gibran Juga Hadir
-
Bagaimana AI Membantu Sektor Industri Mengelola Konsumsi Energi? Begini Kata Indosat
-
Curhat ke Sri Sultan, GNB Ungkap Krisis Kepercayaan Publik pada Negara Kian Mengkhawatirkan
-
Belajar STEM Sejak Dini Bantu Anak Jadi Lebih Kreatif dan Percaya Diri
-
Cara Memilih Shade Bedak Sesuai Warna Kulit agar Hasil Makeup Tampak Natural
-
PSIM Yogyakarta Datangkan Mantan Bek Timnas Ceko, Ondrej Rudzan