Lifestyle / Komunitas
Kamis, 23 Juli 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi menghitung weton pernikahan (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Cara menghitung hari baik pernikahan kejawen menggunakan pembagi angka lima.

  • Hasil rumus cara menghitung hari baik pernikahan terbagi lima kategori.

  • Terapkan cara menghitung hari baik pernikahan dan hindari hari duka.

Suara.com - Dalam tradisi masyarakat Jawa, menentukan hari pernikahan tidak bisa dilakukan sembarangan.

Banyak pasangan yang masih memegang teguh perhitungan weton untuk mencari hari baik demi kelancaran acara pernikahan dan keberkahan rumah tangga di masa depan.

Praktisi spiritual Kejawen, Dewi Sundari, menjelaskan bahwa perhitungan weton ini merupakan bentuk ikhtiar agar pasangan mendapatkan keselamatan.

"Secara tradisional, pasangan pengantin Jawa biasanya akan mencari hari baik dulu sebelum memutuskan kapan akan menggelar pernikahan, yaitu dengan bertanya kepada sesepuh yang dituakan," ungkap Dewi Sundari dalam kanal YouTube miliknya, Pengasihan Kejawen Dewi Sundari.

Memahami 5 Kategori Hasil Hitungan

Sebelum menghitung, Anda perlu tahu bahwa dalam primbon Jawa, ada lima kategori hasil akhir yang menentukan nasib pernikahan tersebut:

  • Sandang: Rezeki pakaian/kebutuhan dasar tercukupi. (Baik)
  • Pangan: Rezeki makanan/nafkah lancar. (Baik)
  • Papan: Rumah tangga stabil, mapan, dan tenteram. (Paling Baik)
  • Loro: Sakit atau adanya cobaan dalam kesehatan/perasaan. (Kurang Baik)
  • Pati: Kematian, baik itu dalam arti harfiah maupun mati rezekinya. (Tidak
    Baik)

"Hitungan untuk pernikahan, hasil bacaannya ada lima, yaitu Sandang, Pangan, Papan, Loro, dan Pati," jelas Dewi Sundari.

Cara Menghitung Hari Baik Pernikahan

Rumus dasar yang digunakan dengan menjumlahkan (Neptu Mempelai Pria + Neptu Mempelai Wanita + Neptu Hari Pernikahan : 5).

Baca Juga: 11 Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG Mattelast untuk Bibir Gelap, Cuma Rp55 Ribuan Sepaket

Sebagai contoh, jika mempelai pria lahir pada Minggu Legi (Neptu 10) dan mempelai wanita lahir pada Senin Wage (Neptu 8), maka jumlah neptu pasangan adalah 18.

Jika mereka berencana menikah pada hari Jumat Legi (Neptu 11), maka hitungannya: (18 + 11) = 29. Kemudian 29 dibagi 5, hasilnya adalah 5 dengan sisa 4.

Sisa 4 jatuh pada kategori Loro. Maka, menurut Dewi Sundari, Jumat Legi bukan hari yang baik untuk pasangan ini.

Dewi Sundari menyarankan agar pasangan mencari hari yang menghasilkan sisa 3 agar jatuh pada kategori Papan.

"Untuk mencari hari yang paling baik, yang perlu kita dapatkan adalah hasil bacaan ketiga, yaitu Papan," tuturnya.

Bagi pasangan dengan neptu 18 tadi, mereka membutuhkan hari yang jika dijumlahkan kemudian dibagi 5, akan menyisakan angka 3. Angka yang cocok adalah hari dengan neptu 10 atau 15.

  • Contoh Hari Neptu 10: Selasa Pon, Jumat Wage, atau Minggu Legi.
  • Contoh Hari Neptu 15: Kamis Pon, Rabu Kliwon, atau Jumat Pahing.

Pantangan yang Harus Dihindari

Meskipun hasil hitungan menunjukkan kategori yang baik, ada satu hal penting yang tidak boleh dilupakan, yaitu menghindari hari kematian keluarga inti.

"Hindari hari kematian keluarga inti. Misalnya kakek atau nenek salah satu calon mempelai meninggal pada Jumat Wage, maka hindarilah Jumat Wage meskipun Jumat Wage termasuk hari yang hitungannya bagus bagi Anda," pungkas Dewi Sundari.

Load More