Lifestyle / Female
Rabu, 29 Juli 2026 | 15:09 WIB
Angela Tanoesoedibjo. (dok. ist)
Baca 10 detik
  • Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo membuka Bimtek Partai Perindo 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta.
  • Angela menyatakan masyarakat membutuhkan pemimpin yang hadir, mendengar, bekerja, dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan.
  • Keberhasilan membutuhkan proses panjang melalui fondasi yang kuat, kesabaran, komitmen, serta konsistensi kerja keras bertahun-tahun.

Suara.com - Di tengah semakin banyaknya perempuan yang memegang peran strategis di berbagai bidang, gaya kepemimpinan juga terus berkembang. Bukan lagi sekadar soal mengambil keputusan, tetapi tentang kemampuan membangun kepercayaan, mendengarkan, dan membawa perubahan yang nyata.

Nilai-nilai itulah yang disampaikan Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Partai Perindo 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta. Di hadapan ratusan anggota DPRD Partai Perindo dari seluruh Indonesia, Angela berbagi pandangannya tentang seperti apa sosok pemimpin yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

Menurutnya, kepemimpinan bukan hanya soal jabatan atau kewenangan, melainkan tentang kehadiran yang benar-benar dirasakan oleh orang-orang yang dipimpin.

"Masyarakat saat ini membutuhkan lebih dari sekadar pejabat. Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang hadir, mendengar, bekerja, dan mampu menghadirkan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat," ujar Angela.

Pesan tersebut menggambarkan gaya kepemimpinan yang semakin relevan di era sekarang. Seorang pemimpin dituntut memiliki empati, mampu mendengarkan berbagai perspektif, sekaligus mengambil langkah yang memberikan dampak nyata.

Angela juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak pernah datang secara instan. Untuk menggambarkan hal tersebut, ia menyinggung perjalanan Tim Nasional Norwegia yang berhasil kembali tampil di Piala Dunia 2026 setelah absen selama hampir tiga dekade.

Menurutnya, pencapaian itu lahir dari proses panjang membangun fondasi yang kuat, mulai dari pembinaan talenta muda, pengembangan sistem, hingga konsistensi dalam menjalankan strategi. Publik mungkin hanya melihat hasil akhirnya, tetapi ada kerja keras bertahun-tahun yang menjadi kunci keberhasilan.

Bagi Angela, prinsip yang sama juga berlaku dalam membangun organisasi maupun kepemimpinan. Dibutuhkan kesabaran, komitmen, dan kemauan untuk terus belajar agar mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Semangat tersebut sejalan dengan tema Bimtek tahun ini, "Bersatu dalam Nilai, Unggul dalam Aksi." Menurut Angela, nilai-nilai yang diyakini tidak boleh berhenti menjadi slogan, tetapi harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang berdampak bagi masyarakat.

Baca Juga: Belajar dari Pemilu: Kualitas Calon Pemimpin Tak Boleh Jadi Kompromi

Mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi rakyat, hingga pelayanan publik yang lebih baik, kepemimpinan, menurut Angela, selalu diukur dari manfaat yang dirasakan banyak orang.

Di tengah semakin besarnya ruang bagi perempuan untuk memimpin, pesan Angela menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang kuat tidak selalu ditunjukkan dengan suara paling lantang. Terkadang, justru dimulai dari kemampuan untuk hadir, mendengar, memahami kebutuhan orang lain, dan konsisten bekerja demi menghadirkan solusi.

Load More