- PT Platinum Ceramics Industry menghadirkan keramik berteknologi anti-slip standar R12 bernama Platinum Super Stop untuk area basah.
- Teknologi baru ini membuat permukaan lantai tetap halus, mudah dibersihkan, serta memiliki daya cengkeram tinggi terhadap air.
- Inovasi tersebut bertujuan menjawab kebutuhan masyarakat yang kini mengutamakan keselamatan dan estetika pada area outdoor rumah.
Suara.com - Area outdoor kini tak lagi dipandang sekadar pelengkap hunian. Teras, taman, jalur menuju garasi, hingga area sekitar kolam renang semakin sering dimanfaatkan sebagai ruang berkumpul, bermain bersama anak, atau sekadar bersantai menikmati udara segar.
Namun di balik tampilannya yang menarik, ada satu hal yang kerap luput dari perhatian, yakni keamanan lantai. Permukaan lantai yang licin masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan rumah tangga.
Kondisi ini umumnya terjadi ketika lantai terkena air hujan, embun, atau cipratan air dari kolam maupun aktivitas mencuci. Tak hanya anak-anak dan lansia yang berisiko, orang dewasa pun dapat mengalami cedera akibat terpeleset, mulai dari memar ringan hingga cedera yang lebih serius.
Kesadaran akan pentingnya menciptakan rumah yang aman pun mulai meningkat. Jika dulu pemilik rumah lebih fokus memilih material berdasarkan warna, motif, atau kesan mewah, kini aspek keselamatan menjadi pertimbangan yang tak kalah penting, terutama untuk area outdoor maupun ruang yang sering bersentuhan dengan air.
Tren tersebut turut diamati oleh pelaku industri bahan bangunan. Menurut Marketing Director PT Platinum Ceramics Industry, Jali Wijaya, kebutuhan konsumen saat ini telah mengalami perubahan.
"Belakangan kami melihat masyarakat tidak lagi hanya mempertimbangkan desain saat memilih material bangunan, tetapi juga aspek keamanan, terutama untuk area yang sering terkena air. Karena itu, inovasi yang kami kembangkan berupaya menjawab kedua kebutuhan tersebut, yakni menghadirkan permukaan yang lebih aman tanpa menghilangkan nilai estetikanya," ujar Jali.
Perubahan pola pikir ini sejalan dengan berkembangnya konsep hunian modern yang menempatkan kenyamanan, fungsi, dan keamanan sebagai satu kesatuan.
Bukan hanya ruang keluarga atau kamar tidur yang dibuat senyaman mungkin, tetapi juga area luar rumah yang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Salah satu inovasi yang hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah keramik dengan teknologi anti-slip.
Berbeda dengan keramik anti-slip konvensional yang identik dengan permukaan kasar, teknologi terbaru memungkinkan permukaan lantai tetap terasa halus dan nyaman saat diinjak, mudah dibersihkan, tetapi tetap memiliki daya cengkeram tinggi ketika terkena air.
Baca Juga: Bersama Danantara, BTN Jadi Penyalur Terbesar dalam Akad Massal 62.000 Rumah Subsidi
Salah satu contohnya adalah Platinum Super Stop yang menggunakan teknologi anti-slip berstandar R12. Standar ini dikenal memiliki tingkat cengkeram tinggi sehingga direkomendasikan untuk area yang rentan basah, seperti teras, jalur taman, balkon, kamar mandi, hingga area sekitar kolam renang.
Kehadiran teknologi semacam ini menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan faktor keamanan tanpa harus mengorbankan tampilan rumah.
Meski demikian, memilih material lantai bukan satu-satunya langkah untuk menciptakan rumah yang lebih aman.
Kebiasaan sederhana seperti segera membersihkan genangan air, memastikan saluran drainase berfungsi baik, serta rutin membersihkan lumut yang tumbuh di area luar rumah juga berperan penting dalam mengurangi risiko terpeleset.
Jali mengatakan inovasi material bangunan saat ini memang tidak lagi berhenti pada urusan estetika semata.
"Selama lebih dari lima dekade, Platinum Ceramics terus mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Platinum Super Stop menjadi salah satu wujud komitmen kami dalam menghadirkan keramik yang tidak hanya berkualitas dan estetik, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui aspek keamanan yang semakin dibutuhkan oleh keluarga Indonesia," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Cantik Saja Tak Cukup: Tren Baru Ini Bikin Rumah Makin Estetik Sekaligus Super Aman
-
Konsep Wellness Living Memikat Pasar, Sentul City Optimistis Tren Positif Hingga Akhir 2026
-
Jokowi Dinobatkan Jadi Sesepuh Raja-raja Timor, Ribuan Warga Kupang Berebut Abadikan Momen
-
Bus Listrik Bogor Siap Layani Rute Wisata: Sambungkan Pakansari, Margo City Hingga Puncak
-
Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag
-
Shayne Pattynama Sesumbar Jelang Indonesia vs Vietnam: Kami Sangat Percaya Diri!
-
Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?