- Joey Pattinasarany menyatakan pendidikan anak harus mencakup kemampuan analitis dan karakter, bukan hanya akademik semata.
- Inspirasi Schools memadukan kurikulum nasional, Singapura, dan Cambridge melalui metode project-based learning serta disiplin positif.
- Inspirasi Schools CitraRaya Tangerang bekerja sama dengan Ciputra Group menargetkan penerimaan siswa pertama pada Juli 2027.
Suara.com - Perubahan dunia yang semakin cepat membuat kebutuhan pendidikan ikut berkembang. Anak tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik seperti matematika dan sains, tetapi juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, beradaptasi, serta karakter yang kuat.
Hal ini menjadi semakin penting ketika generasi muda harus menghadapi dunia yang penuh perubahan, mulai dari perkembangan teknologi, kondisi ekonomi hingga persaingan global.
Karena itu, akses terhadap pendidikan dengan kurikulum dan standar pembelajaran internasional perlu semakin luas, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu.
Head of Foundation Inspirasi Schools, Joey Pattinasarany, mengatakan mempersiapkan anak untuk masa depan tidak cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan akademik.
““Mempersiapkan anak bukan hanya tentang matematika atau sains. Pendidikan juga perlu membekali mereka dengan kemampuan berkolaborasi dan berpikir analitis,” ujar Joey.
Menurutnya, pendidikan juga perlu membangun nilai-nilai yang menjadi bekal anak dalam kehidupan, seperti rasa hormat, keberanian, kejujuran dan aspirasi. Keluarga pekerja pun, kata dia, berhak mendapatkan pendidikan berkualitas yang tetap dapat dijangkau.
Pandangan tersebut sejalan dengan pendekatan yang diterapkan Inspirasi Schools. Koordinator Akademik Inspirasi Group of Schools, Indri Savitri, menjelaskan kurikulum yang digunakan memadukan kurikulum nasional dengan pendekatan Cambridge dan Singapura.
Pada jenjang early years, pendekatan pendidikan Singapura digunakan untuk membantu mengembangkan disiplin, kreativitas, kematangan sosial-emosional dan kepercayaan diri anak. Sementara pada jenjang berikutnya, pendekatan Cambridge turut digunakan.
Yang ditekankan bukan hanya penguasaan materi pelajaran, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan anak untuk menghadapi masa depan. Mulai dari kemampuan berpikir analitis, komunikasi, kolaborasi, adaptasi hingga persistensi atau ketekunan.
Baca Juga: Bukan Ventela Saja! Ini Sepatu Sekolah Lokal Terbaik untuk Sekolah
“Orang tua memilih sekolah bukan cuma mau skor matematika atau sains bagus. Yang penting adalah kemampuan untuk bisa bertahan di future world,” jelas Indri.
Pembelajaran juga dilakukan melalui pendekatan project-based learning. Anak diajak menghubungkan pelajaran dengan persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan begitu, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada teori, tetapi dapat digunakan untuk memahami masalah dan mencari solusi.
Indri juga menekankan pentingnya peer learning, ketika anak belajar bersama teman dan memahami bahwa keberhasilan bukan hanya tentang dirinya sendiri. Kemampuan bekerja sama tersebut diharapkan menjadi bekal ketika mereka memasuki lingkungan yang lebih luas.
Pembentukan karakter pun dilakukan melalui disiplin positif. Anak tidak sekadar mengikuti aturan karena takut mendapat hukuman, tetapi belajar memahami tanggung jawab, pilihan dan konsekuensi dari tindakannya.
“Disiplin itu bagaimana dia bisa manage diri dan menggerakkan perilakunya secara efektif,” kata Indri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Siap Jika Harus Diautopsi
-
Pendidikan Berstandar Internasional Semakin Dibutuhkan, Bekali Anak dengan Keterampilan Masa Depan
-
Tiga Dara | Wamenkop Ungkap Bangun Koperasi Merah Putih Gak Bisa Sembarang
-
Review Drama You Are My Hero, Misi Kemanusiaan dan Perjalanan Asmara
-
Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik
-
Jateng Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Sarif Abdillah Dorong UMKM & Pariwisata Ikut Ketiban Berkah
-
Semua Ikan di Langit: Novel Unik yang Mengajak Merenungi Arti Kehidupan
-
Ijazah Makin Tinggi, Kerja Layak Makin Langka: Siapa yang Gagal?
-
Viva Face Tonic Spirulina untuk Jenis Kulit Apa? Kenali Fungsinya agar Tak Salah Pilih