- Pekerja lapangan bisa memilih parfum lokal pria berkonsetrasi tinggi seperti EDP dan Extrait.
- Lima merek lokal pilihan menawarkan ketahanan aroma enam hingga dua belas jam di bawah terik matahari.
- Produk wewangian tersebut efektif menetralisasi bau badan dan menjaga kepercayaan diri pengguna sepanjang hari.
Suara.com - Bekerja di luar ruangan membuat tubuh berisiko mengalami keringat berlebih dan paparan sinar matahari. Karenanya, banyak yang mencari parfum pria tahan lama untuk kerja outdoor dan berkeringat.
Karakter parfum yang segar, woody, maupun berempah sangat efektif menetralisasi aroma tubuh tanpa terasa menyengat saat berkeringat.
Pilihan wewangian dengan konsentrasi Eau de Parfum (EDP) hingga Extrait de Parfum kini makin diminati karena memiliki ketahanan daya pikat yang lebih solid di bawah terik cuaca Indonesia.
Berikut adalah lima rekomendasi parfum pria lokal terbaik yang siap menjaga kepercayaan diri kamu di lapangan.
1. ARGVE Ardour Eau de Parfum
Harga: Rp230.000
Parfum ini menyajikan ketahanan aroma sekitar 6 hingga 8 jam dengan jangkauan projection 1 hingga 2 meter.
Kombinasi top notes berunsur aldehyde, bergamot, mandarin, serta lemon memberikan impresi awal yang sangat menyegarkan.
Seiring berjalannya waktu, nuansa hangat dari middle notes seperti lavender dan violet leaf berpadu apik dengan base notes kayu cendana, patchouli, dan amber.
Aroma ini terasa sangat seimbang untuk menunjang performa aktivitas tinggi di bawah terik matahari.
Baca Juga: Apakah Extrait de Parfum Tahan Lama? Ini 5 Pilihan yang Bisa Dibeli di Minimarket
"Wanginya dapat bertahan seharian penuh walaupun digunakan untuk berbagai aktivitas. Perpaduan wewangian manis yang mewah dan elegan ini terasa sangat pas, sehingga cocok dipakai dalam kondisi santai maupun formal," tutur akun @g****5 di Shopee.
2. Cave Vanilla Oud Extrait de Parfum
Harga: Rp222.000
Bagi kamu yang membutuhkan ketahanan ekstra, produk ini diklaim bertahan 8 hingga 12 jam.
Komposisinya memadukan manisnya candied mandarin dan vanilla pada tingkatan awal, berlanjut pada aroma lily flower dan apple blossom, lalu ditutup oleh woody notes yang begitu maskulin.
Racikan ini memberikan karakter wewangian yang kian lembut ketika terkena paparan panas.
Pengguna dengan akun @e*****o memberikan ulasan di Shopee, "Pertama kali mencoba merek ini, aromanya sangat nikmat dan tidak terlalu tajam, lalu perlahan menjadi lebih lembut. Tahan lama 8 jam masih aja wangi di badan. Dipakai panas-panasan kena keringat masih aja wangi,""
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun
-
Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?
-
Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026
-
Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir
-
Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!
-
200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan
-
Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini
-
3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah
-
Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka
-
Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia