- ViroFab menghadirkan instalasi TenuNYamaN dalam ajang JIA Curated 2026 di Pantai Pengembak, Sanur, Bali, pada 13–17 Agustus 2026.
- Instalasi TenuNYamaN memanfaatkan teknologi bangunan pracetak atau prefabrikasi yang berhasil menyelesaikan proses pembangunan dalam waktu sedikit lebih dari satu minggu.
- ViroFab membawa sistem inovatif tersebut menuju fase siap pasar guna memenuhi kebutuhan sektor perhotelan mewah dan hunian premium.
Suara.com - Bagi banyak orang, daya tarik destinasi tropis bukan hanya terletak pada pantai, matahari atau hamparan pepohonan hijau. Ada pengalaman lain yang membuat sebuah tempat terasa istimewa, yakni bagaimana bangunan, alam dan kehidupan di dalamnya dapat berpadu tanpa terasa saling mengalahkan.
Konsep tropical living inilah yang semakin banyak hadir dalam perkembangan destinasi premium di Bali. Hunian dan akomodasi tidak lagi sekadar dirancang sebagai tempat untuk beristirahat, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.
Ruang dibuat terbuka, material dipilih agar selaras dengan lingkungan, sementara cahaya, udara, vegetasi hingga aroma turut membentuk suasana.
Gambaran tersebut dapat dirasakan melalui TenuNYamaN, sebuah living showcase yang hadir dalam gelaran JIA Curated 2026 di Pantai Pengembak, Sanur, Bali, pada 13–17 Agustus 2026.
TenuNYamaN bukan sekadar instalasi untuk dilihat dari luar. Pengunjung dapat masuk dan merasakan langsung bagaimana sebuah bangunan dirancang sebagai ruang hidup yang menyatu dengan karakter tropis Bali.
Di dalamnya, arsitektur berpadu dengan interior, furnitur, pencahayaan, lanskap, material hingga fragrance. Seluruh elemen tersebut dirancang untuk menciptakan apa yang disebut sebagai sensory living experience, pengalaman ruang yang tidak hanya mengandalkan visual, tetapi juga kenyamanan dan suasana.
Pendekatan ini menjadi bagian dari perjalanan ViroFab, sistem Pre-Fabricated Building yang sebelumnya menjadikan TenuNYamaN sebagai pilot project pada ARCH 2026.
Setelah melewati tahap pembuktian konsep, ViroFab kini membawa sistem tersebut menuju fase market-ready, terutama untuk kebutuhan luxury hospitality dan premium residential di kawasan tropis.
“Setelah membuktikan sistem melalui TenuNYamaN di ARCH, fokus kami kini bukan lagi sekadar menunjukkan bahwa prefabrikasi dapat bekerja. Kami ingin memperlihatkan bahwa ViroFab sudah menjadi solusi yang siap diterapkan untuk proyek luxury hospitality dan premium residential,” ujar Executive Vice President PT Polymindo Permata, Johan Yang.
Baca Juga: Masa Lalu Arya Wedakarna di Dunia Hiburan, Senator yang Dituding Intimidasi Wanita Lombok
Menariknya, pengalaman tropical living yang ditawarkan TenuNYamaN tetap mengedepankan sentuhan desain dan craftsmanship. Teknologi prefabrikasi justru digunakan untuk membantu menciptakan proses pembangunan yang lebih terukur tanpa harus membatasi kreativitas arsitek.
Seluruh panel, mulai dari struktur, dinding hingga elemen anyaman, terlebih dahulu difabrikasi di pabrik sebelum dirakit di lokasi. Dengan metode tersebut, pembangunan TenuNYamaN dapat diselesaikan dalam waktu sedikit lebih dari satu minggu.
Bagi pengunjung, hal tersebut mungkin tidak menjadi hal pertama yang terasa ketika memasuki bangunan. Yang lebih menonjol justru atmosfer ruangnya, bagaimana cahaya masuk, material berpadu dengan lanskap, serta elemen interior menciptakan suasana yang dekat dengan alam.
“Kami ingin pengunjung tidak hanya melihat bagaimana sebuah bangunan dibuat, tetapi juga merasakan bagaimana teknologi, desain, material, pencahayaan, lanskap dan berbagai elemen lainnya dapat bekerja bersama menciptakan pengalaman ruang,” jelas Johan.
Filosofi yang dibawa pun sederhana, “We do not build against nature. We weave within it.” Sebuah pendekatan yang terasa cocok dengan Bali, ketika alam bukan sekadar latar belakang, melainkan bagian dari pengalaman tinggal dan berwisata.
Melalui TenuNYamaN, Sanur pun menjadi ruang untuk melihat bagaimana wajah tropical luxury living dapat berkembang. Bukan hanya tentang bangunan yang terlihat indah, tetapi tentang bagaimana sebuah ruang mampu menghadirkan pengalaman yang nyaman, berkarakter dan tetap memiliki hubungan erat dengan lingkungan sekitarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Ketika Arsitektur, Alam dan Teknologi Bertemu, Inilah Wajah Baru Tropical Living di Bali
-
Gelar JAKI & Fellowship Cities Forum 2026, Pemprov DKI Dorong Transformasi Digital Pemerintahan
-
BRI Jadi 'Bank Nomor 1' di Indonesia Versi Fortune
-
TPS Ilegal Cilincing Ditindak, Pemprov DKI Janji Ekonomi Warga Tetap Jalan
-
Perjuangan Marselino Ferdinan Dimulai, Operasi Lutut Langkah Pertama Comeback ke Timnas Indonesia
-
MotoGP Mandalika 2026: ITDC Siapkan 130 Shuttle Bus untuk Penonton
-
Merayakan Kemerdekaan?
-
Sifat dan Karakter Shio Kerbau Pria dan Wanita
-
Pembangunan Jangan Cuma Kejar Ekonomi! Pastikan Rakyat di Pelosok Tidak Merasa Jauh dari Negara
-
DJ Wanita Diduga Dilecehkan dan Dianiaya di Jaksel, Polisi Naikkan Kasus ke Penyidikan