- Pendiri OMDC Group, drg. Oktri Manessa, mengembangkan klinik gigi berbasis pengalaman unik sejak tahun 2013.
- OMDC Group kini mengoperasikan 20 cabang dan melayani lebih dari 10.000 pasien setiap bulannya di Indonesia.
- OMDC menghadirkan teknologi radiologi 3D untuk mengintegrasikan proses pemeriksaan dan diagnosis langsung dalam satu kunjungan.
“Sejak awal, kami ingin OMDC Dental tidak hanya dikenal karena konsepnya yang berbeda, tetapi juga karena kualitas layanan yang kami berikan. Karena itu, inovasi bagi kami selalu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas. Mulai dari kompetensi dokter, teknologi yang kami gunakan, hingga standar pelayanan kepada pasien,” ujar drg. Oktri Manessa dalam keterangan resminya di Jakarta.
Menurut Oktri, inovasi tidak semata-mata berarti menciptakan sesuatu yang baru. Lebih dari itu, inovasi menjadi cara untuk menjawab kebutuhan dan ekspektasi masyarakat yang terus berubah.
Dari Satu Poli hingga Puluhan Cabang
Dalam 13 tahun perjalanannya, OMDC Group berkembang dari satu poli di Mampang menjadi jaringan yang saat ini memiliki 20 cabang dengan berbagai konsep layanan.
OMDC Group menyebut jaringan tersebut melayani lebih dari 10.000 pasien setiap bulan melalui OMDC Dental, OMDC Healthcare, Klinik Gratis OMDC Peduli, serta OMDC Grow & Shine.
Pada momentum ulang tahun ke-13, OMDC juga membagikan 1.300 paket sembako di 13 cabang sebagai bagian dari perayaan sekaligus bentuk kontribusi kepada masyarakat.
Angka tersebut dipilih untuk merepresentasikan perjalanan OMDC, yakni 13 tahun perjalanan, 13 cabang yang terlibat dalam kegiatan, dan 1.300 paket sembako yang dibagikan.
Memasuki babak baru “New Chapter: Beyond Boundaries”, OMDC menyatakan akan terus mengembangkan jaringan, teknologi, kualitas layanan, dan konsep pengalaman pasien.
“Bagi kami, apa yang sudah dicapai selama 13 tahun bukanlah titik akhir. Justru ini menjadi fondasi untuk berani membangun sesuatu yang lebih besar. Kami sudah punya sejumlah rencana yang tak sabar ingin kami hadirkan untuk masyarakat. Semangatnya tetap sama: terus berinovasi, terus menantang batas, dan terus menciptakan sesuatu yang memberikan pengalaman serta manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tutup Oktri.
Baca Juga: 96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung