- Rice cooker adalah alat elektronik praktis yang berfungsi utama untuk memasak nasi sehari-hari.
- Slow cooker menggunakan suhu rendah dan stabil dalam waktu lama untuk mengempukkan daging serta meresapkan bumbu.
- Pressure cooker memanfaatkan tekanan tinggi di dalam wadah tertutup guna mempercepat proses pematangan makanan.
Suara.com - Memasak nasi, membuat sup, hingga mengempukkan daging kini bisa dilakukan dengan lebih praktis menggunakan berbagai alat masak listrik.
Rice cooker, slow cooker, dan pressure cooker sama-sama membantu menghemat tenaga di dapur, tetapi ketiganya memiliki cara kerja yang berbeda.
Perbedaan tersebut membuat hasil masakan, waktu memasak, dan jenis makanan yang cocok untuk setiap alat juga tidak sama.
Rice cooker lebih dikenal sebagai alat untuk memasak nasi, sedangkan slow cooker mengandalkan panas rendah dalam waktu lama.
Sementara itu, pressure cooker menggunakan tekanan tinggi untuk mempercepat proses memasak bahan makanan.
Lantas, apa perbedaan rice cooker, slow cooker, dan pressure cooker yang perlu diketahui sebelum memilihnya?
1. Rice Cooker
Rice cooker merupakan alat elektronik yang paling umum digunakan untuk memasak nasi.
Cara kerjanya memanfaatkan elemen pemanas untuk menghasilkan panas di dalam panci hingga air terserap atau menguap dan beras berubah menjadi nasi.
Beberapa rice cooker modern juga memiliki fungsi tambahan, seperti mengukus, membuat bubur, memasak sup, hingga menghangatkan makanan.
Baca Juga: Slow Cooker vs Rice Cooker, Apa Bedanya? Kenali Fungsi dan Kegunaannya
Alat ini cocok untuk kebutuhan sehari-hari, terutama bagi pengguna yang lebih sering memasak nasi.
Kelebihan rice cooker:
- Praktis untuk memasak nasi.
- Pengoperasiannya relatif mudah.
- Dapat digunakan untuk menghangatkan makanan.
- Beberapa model memiliki fungsi memasak tambahan.
Kekurangan: kemampuan memasak makanan tertentu biasanya lebih terbatas dibandingkan slow cooker atau pressure cooker.
2. Slow Cooker
Slow cooker bekerja dengan cara memasak makanan menggunakan suhu rendah dan stabil dalam waktu yang lebih lama.
Proses tersebut membuat bahan makanan, terutama daging, menjadi lebih empuk dan bumbu memiliki waktu lebih panjang untuk meresap.
Alat ini cocok digunakan untuk membuat sup, semur, bubur, kari, atau olahan daging yang membutuhkan proses memasak perlahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
ESDM dan MHU Kerahkan Tim ERT ke Manggarai, Kirim Bantuan Logistik
-
Kronologi Penemuan Mayat Membusuk di Ruang Roda Pesawat Asal Tokyo
-
Perbedaan Rice Cooker, Slow Cooker, dan Pressure Cooker, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
-
Sejumlah Gerbang Tol Sempat Ditutup Imbas Demo DPR, Kini Dibuka dan Lalu Lintas Normal
-
Harga Emas Melesat 7,5 Persen dalam Sebulan, Saatnya Borong atau Jual?
-
Kebutuhan Rumah Capai 9,29 Juta Unit, Pemerintah Andalkan KPR Bunga Mulai 2,75 Persen
-
5 Pasang Zodiak yang Paling Tidak Cocok Dijadikan Rekan Kerja Satu Tim, Bisa Sering Bentrok
-
Review Serial Tires Season 2: Ketika Kegagalan Bisnis Dihadapi dengan Humor
-
Karhutla Menggila di Kalteng, 7.634 Hektare Lahan Terbakar
-
Nasaruddin Umar Tak Jadi Calon Ketum PBNU, Pilih Fokus Jalankan Tugas sebagai Menag