- Masyarakat Jawa menggunakan perhitungan weton untuk menilai potensi keharmonisan pernikahan berdasarkan nilai neptu calon pengantin.
- Primbon Jawa menggolongkan beberapa kombinasi weton tertentu seperti Wage dan Pahing sebagai pantangan karena dinilai rawan konflik.
- Pasangan yang mengalami ketidakcocokan weton dapat menyiasatinya melalui ritual penolak bala atau ruwatan serta komunikasi yang baik.
Suara.com - Kepercayaan terhadap perhitungan weton masih menjadi bagian penting dalam tradisi pernikahan masyarakat Jawa. Weton, yang merupakan kombinasi hari dalam seminggu dan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon), dipercaya mencerminkan watak, rezeki, serta potensi keharmonisan rumah tangga.
Banyak keluarga yang masih meminta sesepuh atau ahli primbon untuk menghitung neptu kedua calon pengantin sebelum memutuskan melangkah ke pelaminan.
Perhitungan weton yang tidak boleh menikah ini dilakukan dengan menjumlahkan nilai neptu hari dan pasaran masing-masing pasangan. Hasilnya kemudian dikategorikan ke dalam berbagai makna, mulai dari yang sangat cocok hingga yang dianggap pantang.
Bagi sebagian orang, ketidakcocokan weton bukan sekadar mitos, melainkan peringatan agar pasangan lebih waspada terhadap tantangan yang mungkin muncul di kemudian hari.
Meski demikian, perlu digarisbawahi bahwa perhitungan weton bersifat budaya dan kepercayaan, bukan hukum mutlak. Banyak pasangan yang tetap menikah meski wetonnya kurang cocok, dengan syarat melakukan ritual penolak bala atau ruwatan. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan energi dan memohon keberkahan agar rumah tangga tetap harmonis.
Artikel ini akan membahas daftar pasangan weton yang sering disebut tidak dianjurkan untuk menikah berdasarkan primbon Jawa. Informasi ini bersifat informatif dan berdasarkan tradisi yang masih dianut sebagian masyarakat. Mari kita simak satu per satu.
1. Weton Wage dan Weton Pahing (Gehing atau Geyeng)
Pasangan weton yang paling sering disebut pantang adalah kombinasi Wage dan Pahing. Dalam primbon, pertemuan ini diibaratkan seperti minyak dan air yang sulit bersatu.
Orang yang lahir di pasaran Wage cenderung memiliki sifat kaku dan tegas, sementara Pahing dikenal memiliki ego tinggi dan karakter yang lebih dinamis.
Jika dipaksakan, hubungan mereka dipercaya akan penuh konflik kecil yang mudah membesar menjadi pertengkaran hebat, bahkan berujung pada perceraian. Larangan ini tidak hanya berlaku dalam pernikahan, tetapi juga dalam kerja sama bisnis atau kemitraan.
Baca Juga: 5 Arti Mimpi Meninggal Sendiri Menurut Primbon Jawa, Pertanda Baik atau Petaka?
2. Pasangan dengan Total Neptu 25 (Tibo Pegat)
Jumlah neptu 25 menjadi salah satu angka yang paling diwaspadai. Hasil penjumlahan ini sering dikaitkan dengan “pegat” yang berarti putus atau cerai, baik cerai hidup maupun cerai mati.
Contoh pasangan yang menghasilkan total 25 antara lain Minggu Kliwon dengan Senin Kliwon, Selasa Pon dengan Jumat Pahing, serta Selasa Kliwon dengan Jumat Kliwon.
Rumah tangga dengan kombinasi ini dipercaya rawan mengalami kesulitan ekonomi, perselingkuhan, atau konflik yang berulang. Banyak keluarga yang memilih membatalkan rencana pernikahan jika menemukan hasil ini.
3. Kamis Pon dan Rabu Kliwon
Kedua weton ini memiliki total neptu 15. Ketika dibagi lima, hasilnya masuk kategori “padu” yang bermakna sering bertengkar. Primbon menyebutkan bahwa pasangan ini cenderung mudah tersulut emosi meski masalahnya sepele.
Pertengkaran yang terus-menerus dapat mengikis keharmonisan rumah tangga dan berpotensi menyebabkan perpisahan. Sisi positifnya, keduanya biasanya memiliki kemampuan mengelola emosi yang cukup baik jika mampu saling memahami.
4. Senin Wage dan Selasa Legi
Kombinasi ini menghasilkan total neptu 16 yang masuk kategori “sujanan”. Maknanya adalah waspada terhadap konflik besar, termasuk kemungkinan munculnya orang ketiga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
Terkini
-
Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi
-
Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya
-
Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi
-
Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang
-
Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO
-
Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21
-
Viral Tudingan soal Mantan Istri Polisi di Sumut, Akun Medsos Dilaporkan
-
Java United FC Tak Gentar Mulai Liga dengan Minus Dua Poin
-
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
-
Eks Perawat Culik Bayi di RS Medan Secara Acak untuk Dijual ke Pasutri, Ini Kronologisnya